Hannah Al Rashid Senang Mulai Banyak Kisah Tentang Perempuan yang Diangkat Jadi Film

Kompas.com - 21/04/2020, 18:48 WIB
Aktris peran Hannah Al Rashid saat sesi foto seusai jumpa pers dan screening film di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019). KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISIAktris peran Hannah Al Rashid saat sesi foto seusai jumpa pers dan screening film di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com- Artis peran Hannah Al Rashid bicara tentang perspektif perempuan dalam industri perfilman Indonesia.

Menurut Hannah, saat ini banyak film-film yang sudah mengangkat cerita yang diambil dari sisi perempuan.

Hal itu dikatakam Hannah ketika melakukan Live Instagram di akun CGV pada Selasa (21/4/2020).

Baca juga: Hannah Al Rasyid Sedih Hari Kartini Hanya Dirayakan dengan Kebaya

"Gue lihat empat, lima tahun belakangan makin banyak cerita perpempuan yang diangkat, yang cerita tentang perempuan, dengan narasi perempuan," kata Hannah seperti dikutip Kompas.com.

Hannah menilai, saat ini industri film sudah keluar dari perspektif yang menyebut bahwa perempuan hanya pendukung dari tokoh utama yang diperankan oleh laki-laki dalam sebuah cerita.

"Selama ini produser banyak berpikir bahwa perpuan tidak menjual. Jadi yang selama ini perempuan hanya pemanis aja, mendukung karakter lelaki tokoh utama, sekarang kita sudah membongkar itu. Jadi gue kayak yes!" ucapnya.

Baca juga: Kepada Para Perempuan Korban Kekerasan, Hannah Al Rashid: Lo Enggak Sendirian!

Hannah Al Rasyid saat ditemui dalam acara selamatan film Ratu Ilmu Hitam di Kantor Rapi Film, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2018).KOMPAS.com/IRA GITA Hannah Al Rasyid saat ditemui dalam acara selamatan film Ratu Ilmu Hitam di Kantor Rapi Film, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2018).

Pemeran Elena dalam film The Night Come For Us itu juga menyebut beberapa nama sutradara yang dianggapnya sudah lantang memasukkan perspektif perempuan di setiap karya mereka.

"Gue merasa memang ada beberapa film maker terutama perempuan yang mendorong narasi perempuan. Contohnya Kamila Andini," ujar Hannah.

"Sebenarnya kita punya beberapa sutradara lelaki yang punya awareness dengan isu perempuan dan kesetaraan grnder. Contohnya Edwin yang bikin Posesif dan Aruna & Lidahnya, Joko Anwar dengan Perempuan Tanah Jahanam," tambahnya.

Hannah juga merasa sangat tertarik dengan karakter-karakter antagonis perempuan dalam beberapa film Indonesia.

"Jadi membongkar norma-norma bagaimana harus jadi perempuan, jadi istri. Jujur aja ya gue merasa tertarik dengan karakter-karakter perempuan antagonis yang badas banget," kata Hannah.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X