Kasus Video Ikan Asin, Kuasa Hukum Anggap BAP Fairuz A Rafiq Cacat Hukum

Kompas.com - 26/03/2020, 16:50 WIB
Galih Ginanjar didampingi kuasa hukumnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cilandak, Rabu (19/2/2020). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAGalih Ginanjar didampingi kuasa hukumnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Cilandak, Rabu (19/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum terdakwa perkara pencemaran nama baik berkait video ikan asin, Galih Ginanjar, Sugiyarto Atmo Widjoyo, menilai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) artis peran Fairuz A Rafiq cacat hukum.

"Menyampaikan BAP itu cacat hukum. Karena apa yang menjadi laporan di dalam pokok perkara ini adalah mengada-ada berdasarkan video yang ditayangkan itu tidak ada," katanya saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (26/3/2020).

Pihaknya akan menyampaikan hal itu pada sidang pembacaan pledoi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Ampera Raya, Senin (30/3/2020).

Baca juga: Kuasa Hukum: Mengapa Galih Ginanjar Dituntut Lebih Berat daripada Pablo Benua dan Rey Utami

Sugiyarto mengatakan, Galih tidak pernah menyebut seperti apa yang dituangkan pelapor, artis peran Fairuz A Rafiq, di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepolisian.

Di dalam video yang diputar saat sidang bergulir, Galih tidak terbukti menyebut organ intim seperti di dalam BAP Fairuz.

Apalagi, Sugiyarto menambahkan, pokok perkara kasus ini merupakan berkaitan dengan pernyataannya Galih yang dituding Fairuz.

Baca juga: Galih Ginanjar Dituntut 3,5 Tahun Penjara, Pablo dan Rey Lebih Ringan

 

"Tidak ada sebagaimana di sampaikan dalam berita acara. Jadi ngambilnya dari mana itu berita acara dan keterangan pelapor," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, jaksa memberikan tuntutan yang berbeda-beda kepada ketiga terdakawa.

Untuk Pablo Benua, jaksa menuntut selama 2,5 tahun penjara dengan dikurangi masa penahanan.

Baca juga: Kuasa Hukum Klaim Galih Ginanjar Tak Bisa Dimintai Pertanggungjawaban atas Video Ikan Asin

Sedangkan untuk Rey Utami, jaksa menuntutnya 2 tahun penjara dengan dikurangi masa penahanan.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X