Arya Claproth: Saya Akan Bongkar Satu Per Satu

Kompas.com - 24/03/2020, 14:34 WIB
Arya Satria Claproth didampingi kuasa hukumnya Andreas Nahot Silitonga di Mapolres Metro Jakarta Selatan, kawasan Kebayoran Baru, Jumat (14/2/2020). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAArya Satria Claproth didampingi kuasa hukumnya Andreas Nahot Silitonga di Mapolres Metro Jakarta Selatan, kawasan Kebayoran Baru, Jumat (14/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Suami penyanyi Karen Poore, Arya Satria Claproth mengatakan dia akan membongkar kebohongan sang istri selama ini.

Hal ini dilakukan Arya setelah menerima Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terkait kasus dugaan pengeroyokan dan penodongan pistol yang dibuat Karen.

"Saya janji akan bongkar satu per satu. Bukan karena dendam, saya punya keinginan," kata Arya dalam wawancara di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (23/3/2020).

Baca juga: Arya Claporth kepada Karen Poore: Fitnah Lebih Kejam daripada Pembunuhan, Ingat Itu!

 

Berkait SP3, Arya mengatakan Karen telah terbukti melakukan tindak kebohongan dengan dampak pencemaran nama baiknya.

"Jadi orang ini sudah punya kemampuan memberi laporan yang bohong kepada yang berkuasa. Terbukti ini (SP3)," kata Arya.

Apalagi, Arya telah mendengar sedikit hasil otopsi sang anak, Zefania Carina, yang menunjukkan patah tulang.

Baca juga: Kasus Dugaan Pengeroyokan Dihentikan, Arya Claproth Tuntut Karen Pooroe Minta Maaf

"Kaki patah (hasil otopsi Zefania), mulus enggak ada yang patah, enggak ada yang apa (keterangan Karen), dapat juga nih patah kaki. Salah juga kan?" ujar Arya dengan menggebu-gebu.

Di sisi lain, Arya menuntut Karen untuk meminta maaf di surat kabar media ternama Indonesia.

Jika tidak, Arya akan melaporkan balik Karen ke pihak yanh berwajib yang merujuk pada pasal 317 KUHP tentang Delik Pengaduan Fitnah.

Baca juga: Polisi SP3 Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Penodongan Pistol oleh Pihak Arya Claproth

 

Pasal yang dibacakan Arya itu berbunyi "Barang siapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa, baik secara tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang, diancam karena melakukan pengaduan fitnah, dengan pidama penjara paling lama empat tahun".

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X