Perjalanan Kasus Video Ikan Asin sampai Jatuh Tuntutan yang Berbeda

Kompas.com - 24/03/2020, 09:45 WIB
Tiga terdakwa kasus video ikan asin Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIATiga terdakwa kasus video ikan asin Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketiga terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik terkait video ikan asin yakni, Pablo Benua, Rey Utami, dan Galih Ginanjar akhirnya dituntut.

Dalam sidang tuntutan yang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (23/3/2020), mereka mendapatkan ancaman penjara yang berbeda-beda dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Berikut rangkuman perjalanan kasus dugaan pencemaran nama baik berkait video ikan asin hingga sampai pembacaan tuntutan.

1. Peran Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami

Kombes Pol Argo Yuwono yang dulu masih menjabat sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, ketiganya memiliki peran yang berbeda-beda.

Pablo Benua berperan sebagai pemilik akun YouTube dengan nama Official Rey Utami dan Benua Channel

Sementara, istri Pablo, Rey Utami berperan sebagai pemilik akun e-mail untuk membuat akun YouTube tersebut.

Kemudian, mereka mengunggah video wawancara antara Rey Utami dan Galih Ginanjar.

Dalam video itu, Rey Utami menjadi pembawa acara yang melontarkan sejumlah pertanyaan kepada Galih.

Fairuz A Rafiq melaporkan kasus video berkonten asusila tersebut ke polisi karena merasa dilecehkan pada 1 Juli 2019 ke Polda Metro Jaya.

"Dia (Galih) melakukan wawancara dan sadar menyampaikan pelanggaran unsur keasusilaan dan pencemaran nama baik," ungkap Argo.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X