Suami Karen Pooroe, Arya Claproth, Mangkir dari Panggilan Polisi

Kompas.com - 23/03/2020, 14:51 WIB
Arya Satria, suami Karen Idol saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019), KOMPAS.com/Revi C Rantung Arya Satria, suami Karen Idol saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/12/2019),

JAKARTA, KOMPAS.com - Suami penyanyi Karen Pooroe, Arya Satria Claproth, tidak dapat memenuhi pemanggilan pertama polisi terkait kasus dugaan KDRT terhadap sang istri.

Pemanggilan itu merupakan kali pertama bagi Arya pascastatusnya dinaikkan menjadi tersangka beberapa waktu lalu.

"Kami panggil untuk hari Kamis yang lalu, namun demikian yang bersangkutan tidak bisa," ucap Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri saat dihubungi, Senin (23/3/2020).

Baca juga: Kata Kuasa Hukum Arya Claproth soal Hasil Otopsi Anak Karen Pooroe

Arya melalui kuasa hukumnya memberikan surat kepada pihak kepolisian perihal alasan ketidakhadirannya tersebut.

"Alasannya memohon waktu dikarenakan ada sesuatu hal yang tidak bisa ditinggalkan. Iya (alasan pekerjaan), bisa terkait pekerjaan atau apa. Tapi ya enggak disampaikan, dari surat tersebut itu," ucapnya.

Galih mengatakan, polisi kembali menjadwalkan pemanggilan Arya yang kedua pada pekan depan.

Baca juga: Pihak Arya Claproth Minta Karen Pooroe Buktikan Tudingan Sakit Jiwa

"Pemanggilan selanjutnya itu kemungkinan minggu depan. Harinya nanti akan kami sampaikan," ujar Galih.

Diberitakan sebelumnya, kepolisian resmi menetapkan Arya Satria Claproth menjadi tersangka kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Penetapan tersangka ini adalah tindak lanjut laporan Karen Pooroe ke Polrestabes Bandung terhadap suaminya itu.

Baca juga: Ini Alasan Polisi Tidak Tahan Arya Satria Claproth Terkait Dugaan KDRT

"(Arya Satria Claproth) sudah ditetapkan sebagai tersangka per hari ini," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya kepada Kompas.com, Rabu (11/3/2020).

Adapun, polisi menjerat Arya dengan Pasal 45 ayat (2) Undang undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT.

Ancaman hukuman selama empat bulan penjara.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X