KPI Tegur Tayangan Karma Balik karena Tampilkan Ritual Menyesatkan

Kompas.com - 29/02/2020, 09:46 WIB
KPI beri teguran. Instagram/@kpipusatKPI beri teguran.

JAKARTA, KOMPAS.com- Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberi teguran tertulis pada salah satu program tayangan antv berjudul Karma Balik.

Melalui akun media sosial resminya @kpipusat, KPI menegur salah satu program yang tayang di antv itu.

Tayangan yang dimaksud disiarkan tanggal 7 Februari 2020 pukul 23.27.

Baca juga: KPI Pusat Hentikan Sementara Sinetron Anak Langit

KPI memutuskan memberi teguran setelah ditemukan adanya konten yang melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan melanggar Standar Program Siaran (P3SPS) KPI Tahun 2012.

Pelanggaran yang dimaksud berupa adanya pengakuan seorang wanita yang mengikat perjanjian dengan iblis untuk bisa tetap terlihat berkulit kencang, muda, dan cantik.

Untuk meraih tujuan itu, wanita tersebut harus melakukan ritual meminum darah ayam cemani dan sperma brondong dua minggu sekali.

Baca juga: Temukan Dua Pelanggaran, KPI Pusat Jatuhkan Sanksi pada Program Silet

Dalam tayangan tersebut juga ditampilkan adegan si wanita meminum sperma.

"Adegan ini jelas sangat mengabaikan norma yang berlaku di negara ini. Meskipun telah dilakukan penyamaran dengan bagian gambar yang diblur dan ucapan yang di"bip", konteks adegan dan ekspresi host menjelaskan arah dari gambar dan suara "sper...," kata Wakil ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (29/2/2020).

"Meski pada bagian akhir program ini memberikan penyelesaian bagi pasien, tidak berarti lembaga penyiaran boleh memuat hal-hal yang tidak patut disiarkan dalam ranah publik seperti televisi” jelas Mulyo.

Menurut Mulyo ada tiga pasal P3SPS yang diabaikan dan dilanggar.

Ketiga pasal itu adalah Pasal 9 P3 Penyiaran tentang tentang lembaga penyiaran wajib menghormati nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan yang berlaku dalam masyarakat.

Kemudian pasal 9 Ayat (1) SPS tentang kewajiban lembaga penyiaran memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan yang dijunjung oleh keberagaman khalayak baik terkait agama, suku, budaya, usia, dan atau latar belakang ekonomi.

Juga Pasal 9 Ayat (2) SPS soal kewajiban program siaran berhati-hati agar tidak merugikan dan menimbulkan dampak negatif terhadap keberagaman norma kesopanan dan kesusilaan yang dianut oleh masyarakat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X