Pihak Trio Ikan Asin Yakin Saksi dari Jaksa Akan Meringankan

Kompas.com - 19/02/2020, 16:47 WIB
Rey Utami, Pablo Benua dan Rihat Hutabarat, kuasa hukum saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020). KOMPAS.com/Revi C Rantung Rey Utami, Pablo Benua dan Rihat Hutabarat, kuasa hukum saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (20/1/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum terdakwa kasus video ikan asin Pablo Benua dan Rey Utami, Rihat Hutabarat optimis dalam persidangan kali ini.

Adapun, persidangan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kawasan Ampera, Rabu (19/2/2020). Beragendakan mendengarkan keterangan saksi ahli yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Rihat yakin, meski saksi ahli dari pihak Jaksa, tetapi justru kesaksiannya akan meringkan Pablo dan Rey.

Baca juga: Dengarkan Saksi Kasus Video Ikan Asin, Pablo Benua: Siap-siap Saja

"Sangat optimis seperti yang sudah digelar di persidangan (sebelumnya), fakta yang terungkap berdasarkan keterangan semakin optimis meringankan," ucap Rihat saat dihubungi via telepon, Rabu (19/2/2020).

Kata Rihat, saksi ahli dalam persidangan kali ini akan berbicara dalam kapasitas sebagai ahli pidana dan ahli bahasa.

Sejauh ini, lanjut Rihat, saksi yang ada menunjukkan fakta bahwa tak ada dugaan seperti apa yang disangkakan selama ini.

Baca juga: Fairuz A Rafiq setelah Sidang Kasus Video Ikan Asin, Temui Psikolog hingga Stres Akut

Hal itulah yang membuat Rihat optimistis Rey dan Pablo akan mendapat keringanan.

"Ternyata dari saksi yang begitu banyak dihadirkan itu kebanyakan yang mengatakan bahwa organ intim itu tidak ada di video itu," ucap Rihat.

Rihat menambahkan, selama ini sangkaan ihwal pencemaran nama baik dengan menyebutkan organ intim dalam video adalah keterangan dari pihak pelapor.

"Itu cuma keterangan pelapor saja sama saksi yang Sony Septian yang lain itu enggak ada, pasti meringankan," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, ketiga terdakwa dikenai tiga dakwaan pasal alternatif Tentang Asusila, Penghinaan, dan Pencemaran Nama Baik yang semuanya masuk dalam UU ITE.

Dakwaan pertama masuk dalam perbuatan asusila lewat media elektronik yang terancam dalam Pasal 51 ayat (2) jo Pasal 36 jo Pasal 27 ayat (3). Subsider Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 ayat (1) UU ITE.

Lalu, dakwaan kedua masuk dalam Pasal Penghinaan melalui Media Elektronik, yakni Pasal 51 ayat 2 jo Pasal 36 jo Pasal 27 ayat 3. Subsider Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3.

Terakhir, dakwaan ketiga tentang Pencemaran Nama Baik melalui Media Elektronik Pasal 310 ayat 2 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X