Lucinta Luna Buka Suara Terkait Videonya yang Viral Saat Depresi

Kompas.com - 15/02/2020, 13:50 WIB
Lucinta Luna ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019). KOMPAS.com/IRA GITALucinta Luna ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Lucinta Luna, Muhammad Milona, membeberkan fakta terkait depresi yang dialami kliennya.

Milona menunjukan video Lucinta Luna yang tengah depresi sembari berteriak yang kemudian ditenangkan oleh Abash.

Baca juga: Sering Dibully, Lucinta Luna Menyesal Jadi Artis

Video itu kemudian viral dan banyak ditonton banyak orang.

Terkait dengan adanya video tersebut, Lucinta Luna mengakui bahwa saat itu dia sudah tak kuat lagi melihat komentar netizen.

Sehingga, reaksi itulah yang keluar dari Lucinta Luna.

Baca juga: Lucinta Luna Akui Gunakan Obat Penenang Selama 5 Bulan

“Itu saya sudah enggak kuat lagi dengan komentar netizen,” kata Lucinta Luna sembari menangis di Polres Jakarta Barat, Jumat (14/2/2020).

Lucinta mengaku bersyukur Abash ada di sisinya saat kejadian berlangsung. 

“Iya Abash selalu support saya. Tiap hari ketemu,” ujar Lucinta Luna.

Baca juga: Lucinta Luna Depresi karena Bullying, 18 Akun Medsos Dilaporkan ke Polisi

Diberitakan sebelumnya, Lucinta Luna diamankan pihak kepolisian di apartemen Thamrin City, Jakarta Pusat pada Selasa (11/2/2020).

Dari tangan Lucinta Luna, polisi menyita obat penenang berjenis tramadol dan riklona, yang masuk dalam kategori psikotropika.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan pil ekstasi di keranjang sampah tempat sang pelantun "Bobo Dimana" diamankan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X