Kompas.com - 10/02/2020, 14:24 WIB
Karen Pooroe usai pemakaman anaknya, Zefania, di TPU Tanah Kusir, Bintaro, Jakarta Selatan, Minggu (9/2/2020) KOMPAS.com/ MELVINA TIONARDUSKaren Pooroe usai pemakaman anaknya, Zefania, di TPU Tanah Kusir, Bintaro, Jakarta Selatan, Minggu (9/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama beberapa bulan terakhir, Karen Pooroe tengah mengurus perceraiannya dengan sang suami, Arya Satria Claproth.

Sementara, putri semata wayang mereka, Zefania Carina (6) tinggal bersama Arya dan Karen dibatasi aksesnya untuk berkomunikasi dan bertemu dengan putrinya.

Sampai tiba-tiba Karen harus menerima kenyataan anaknya sudah dalam keadaan tak bernyawa usai diduga terjatuh dari balkon apartemen pada Jumat (7/2/2020).

Baca juga: Sebelum Anaknya Meninggal, Karen Pooroe Tak Bisa Tidur Selama 3 Hari

Sebelum mengetahui putrinya telah meninggal, Karen mengaku sempat memohon pada Arya untuk bisa bertemu putrinya.

"Malam pada saat anak saya tidak ada, saya teks Arya, saya teks ibunya juga. Saya bilang, 'Please let me see my daughter, please. Aku mau ketemu anak aku'," kata Karen menuturkan isi pesan yang dikirimkan, saat ditemui di TPU Tanah Kusir Bintaro, Jakarta Selatan, Minggu (9/2/2020).

"At least telepon deh sudah tiga bulan saya enggak telepon, apakah kalian punya hati? Kalian punya hati enggak? Jangan untuk saya deh, untuk anak saya," ucap Karen lagi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karen terakhir bertemu Zefania pada 14 November 2019 lalu. Selama itu pula mantan peserta Indonesian Idol ini tak berkomunikasi dengan Zefania.

"Enggak mungkin dia enggak cari saya. Enggak mungkin dia enggak tanya saya. Please aku udah enggak tahan lagi. 'Tolong tolong, I beg you.' Sampai memohon saya untuk bisa telepon anak saya, padahal itu hak saya sebagai ibu," jelas Karen.

Menurut Karen, Arya dan keluarga tak seharusnya melarang ia untuk bertemu darah dagingnya.

"Bukan hak keluarga mereka untuk menahan anak saya, untuk tidak bisa menelepon, atau berhubungan sama saya," imbuh Karen.

Sayang, Arya dan keluarga tak merespons pesan permintaan Karen.

"Tak ada satupun yang menjawab. Ternyata pada saat itu jam 1 pagi saya teks mereka untuk bisa janjian besoknya telepon Zefi (panggilan Zefania), ternyata anak saya sudah enggak ada," ungkap Karen.

Karen juga terbilang terlambat menerima kabar meninggalnya Zefania. Ia baru mengetahuinya dari Polres Metro Jakarta Selatan, 12 jam setelah putrinya terjatuh.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X