Panji Petualang Tegaskan Konten YouTube dengan Ular Bukan Tontonan untuk Anak-anak

Kompas.com - 28/01/2020, 19:58 WIB
Panji Petualang. Instagram/panjipetualang_realPanji Petualang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Panji Petualang buka suara berkait dirinya yang sering dikaitkan dengan kasus tewasnya seseorang akibat digigit ular berbisa.

Panji yang selama ini dikenal sebagai pawang dan penjinak hewan itu heran mengapa dirinya dikaitkan dengan kasus gigitan ular yang menewaskan seseorang hanya karena konten yang sering ia buat.

Apalagi, konten yang Panji buat bersama ular king kobra kesayangannya bernama Garaga.

Baca juga: Panji Petualang Angkat Bicara soal Pawang yang Tewas Digigit King Kobra

"Lalu ada lagi berita ada anak kecil korban gigitan ular mulai dari Bandung, kemudian Pontianak, Indramayu, dan mirisnya menurut beberapa pihak bahwa anak yang terkena gigitan ular tersebut itu karena meniru Panji dan Garaga," ucap Panji seperti dikutip dari channel YouTube-nya, Selasa (28/1/2020).

Panji pun mengklarifikasi asumsi yang berseliweran tersebut.

Menurutnya, asumsi tersebut lantaran dirinya paling diingat dengan aksi bersama ular berbisa sehingga dirinya yang selalu dikaitkan ketika ada masalah seperti ini.

Baca juga: Panji Petualang Ungkap Alasan Munculnya Kobra di Permukiman

"Mungkin karena alhamdulillah channel saya paling banyak ditonton, jadi selalu dijadikan acuan ketika seperti ini," ucap Panji.

Berkait asumsi yang ada, Panji mengatakan, program yang ia buat dengan melakukan atraksi bersama ular berbisa dan hewan buas lainnya memang bukan diperuntukkan bagi anak-anak.

"Makanya peran orangtua sangat dibutuhkan untuk membimbing bahwa yang mereka lakukan itu tidak baik, tidak benar dan semacamnya," ucap Panji.

Baca juga: Panji Petualang Ungkap Alasan Munculnya Kobra di Permukiman

Panji pun menegaskan, aksi yang ia lakukan baik di YouTube dan televisi itu memang bukan untuk anak tapi untuk dewasa.

Lantaran hal itu lah, Panji menerapkan peraturan dalam filter di konten YouTube-nya, di mana kontennya hanya bisa diakses oleh penonton di atas usia 10 tahun.

Panji justru mempertanyakan anak-anak yang bisa mengakses konten YouTube-nya, meski masih berusia di bawah 10 tahun.

Seharusnya, lanjut Panji, orangtua sudah mengantisipasi hal ini dengan menyediakan aplikasi YouTube khusus untuk anak-anak.

"Berarti mereka bisa mengakses konten saya dari HP yang ada email orangtua, karena pakai akun dengan usia dewasa, dan YouTube pun sudah ada aplikasi YouTube Kids sebenarnya," ucap Panji.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X