Kompas.com - 28/01/2020, 16:19 WIB
Ruben Onsu bersama kuasa hukumnya Minola Sebayang mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2020). KOMPAS.com/IRA GITARuben Onsu bersama kuasa hukumnya Minola Sebayang mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com- Ruben Onsu harus berbohong pada putranya Betrand Peto saat memenuhi panggilan polisi untuk menjadi saksi khasus perundungan Betrand di Polda Metro jaya, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2020).

Sebab, Ruben menjaga agar Betrand tidak tahu menahu bila dirinya menjadi korban bullying di media sosial.

"Ini yang saya bilang, ini pemeriksaan pagi banget. Nganter Betrand harus pagi lagi, sampai dia bilang 'kenapa buru-buru banget ayah? Enggak soalnya ayah ada urusan meeting di kantor," ucap Ruben saat ditemui usai pemeriksaan.

Baca juga: Ruben Onsu Sudah Siapkan Psikolog untuk Dampingi Betrand Peto

"Jadi saya jujur sedih harus berbohong sama anak saya. Tapi saya enggak mungkin ngomong sama anak saya ke kantor polisi," sambungnya.

Meski nerasa bersalah, namun Ruben memiliki alasan mengapa dia melakukan hal itu.

"Saya bohong dan jadi orang bohong itu enggak boleh. Tapi saya terpaksa, ya boleh kan kita sebagai orangtua berbohong itu saya punya alasannya," ucap Ruben.

Baca juga: Ruben Onsu: Sesusah Apapun Kita, Tabungan Anak Tidak Boleh Dipakai

Menurut Ruben, kasus perundungan bisa memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis putranya.

Sebelumnya, Betrand diketahui menjadi korban perundungan oleh sejumlah akun media sosial.

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang berama timmya telah menemukan satu akun Facebook milik seorang anak di bawah umur dan 5-10 akun Instagram orang dewasa yang diduga menjadi pelaku.

Kasus ini berawal ketika pelaku pembulian mengedit foto Betrand dan mengganti dengan gambar wajah hewan.

Tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, lantas membawa masalah ini ke ranah hukum.

Pihak manajemen Betrand akhirnya melaporkan beberapa pemilik akun Instagram dan Facebook yang telah melakukan tindakan tersebut dengan nomor laporan LP/7253/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus pada 11 November 2019.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X