Jaksa Sebut Ada Saksi Fiktif yang Diajukan Pablo Benua Terkait Kasus Ikan Asin

Kompas.com - 13/01/2020, 18:46 WIB
Tokoh Anton Medan saat menghadiri sidang kasus video ikan asin dengan terdakwa Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/1/2020). WARTA KOTA/FERYANTO HADITokoh Anton Medan saat menghadiri sidang kasus video ikan asin dengan terdakwa Galih Ginanjar, Pablo Benua, dan Rey Utami di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jaksa penuntut umum (JPU) menyebut ada saksi fiktif yang diajukan oleh pihak Pablo Benua.

Jaksa Donny M Sany mengatakan, pihak kepolisian telah memeriksa secara detail perihal daftar saksi dan domisili tinggal mereka ketika proses penyelidikan berlangsung.

Menurut Donny, seluruh daftar saksi yang ada dalam tiap perkara harus sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan tidak bisa dimanipulasi.

Baca juga: Jaksa Minta Majelis Hakim Tolak Eksepsi Trio Ikan Asin

“Ditahap penyidikan juga dilakukan (pengecekan domisili), mana saja saksinya yang meringankan (pada terdakwa),” kata Donny saat ditemui usai sidang lanjutan pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020).

Kata Donny, pihak Pablo hanya menyebut nama Deddy dan Effendi Suwandi dalam daftar saksi.

Akan tetapi, Effendi Suwandi yang diajukan menjadi salah satu saksi, ternyata nama tersebut fiktif.

Baca juga: Kompak Kenakan Kemeja Gucci dengan Istrinya, Pablo Benua: daripada Kebuang

“Di mana setelah dicari Effendi Suwandi oleh kepolisian ternyata itu fiktif, orang-orang tidak ada yang tahu siapa dia dan keberadaannya setelah kami lakukan BAP,” lanjut Donny.

Adapun, dalam sidang pembacaan tanggapan eksepsi, JPU menolak eksepsi yang diajukan oleh tim kuasa hukum trio ikan asin.

Sedangkan dalam eksepsi sebelumnya, tim hukum ketiga terdakwa menyatakan keberatan terkait lokasi persidangan.

Baca juga: Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua Didakwa Langgar Kesusilaan hingga Menghina

Menurut mereka, sidang seharusnya digelar di PN Cibinong karena sebagian besar terdakwa tinggal di Kabupaten Bogor.

Namun, JPU menyebut saksi dari kasus ini lebih banyak tinggal atau berdomisii di wilayah hukum PN Jakarta Selatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X