Kompas.com - 10/01/2020, 16:46 WIB
Penyanyi Judika Nalon Abadi Sihotang saat mengunjungi kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Rabu (7/6/2017). Ia tengah mempromosikan album ke-6 berjudul Judika. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOPenyanyi Judika Nalon Abadi Sihotang saat mengunjungi kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Rabu (7/6/2017). Ia tengah mempromosikan album ke-6 berjudul Judika. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Judika hanya tertawa geli saat namanya disebut menerima endorsement dari investasi bodong MeMiles.

"Ya, kami ketawa saja, kami geli saja, Judika kan juga sering nyanyi diundang sama Jenderal-jenderal gitu," ujar manajer Judika, Adjie, kepada Kompas.com melalui sambungan telepon pada Jumat (10/1/2020).

Adjie menegaskan bahwa Judika tidak menerima endorsement dari Memiles.

Baca juga: Manajer Bantah Judika Terima Endorsement dari Investasi Bodong MeMiles

"Sama sekali enggak ada, bahkan kalau dibuka instagramnya segala macam enggak ada (endorse dari MeMiles)," ucap Adjie

Oleh karena itu, Judika hanya dipanggil untuk dimintai keterangan berkait investasi bodong MeMiles yang beromzet Rp 750 miliar.

"Makanya polisi bila dilihat segala macam mengumumkannya kan hanya sebagai saksi, dan enggak ada kalimat endorsement," kata Adjie.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Judika Siap Penuhi Panggilan Polisi soal Investasi Bodong MeMiles

Hanya saja, Adjie melihat sebagian masyarakat beranggapan lain berkait pemanggilan Judika oleh polisi tersebut.

"Cuma mungkin persepsi orang waktu itu karena masalah ini, jadi wah gimana gitu. Padahal biasa saja," ucapnya.

Adjie mengatakan, saat itu Judika hanya hadir di acara MeMiles sebagai penyanyi untuk mengisi acara.

Baca juga: Ello Diduga Terkait Investasi Bodong MeMiles, Manajer Angkat Bicara

Hal itu tentu tak ada bedanya dengan penampilan off air lainnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian daerah Jawa Timur membongkar praktik investasi bodong.

Investasi yang dikenal dengan nama MeMiles tersebut diketahui telah berjalan dalam jangka waktu delapan bulan.

Selain Judika, ada pula Eka Deli (RD), Marcello Tahitoe (MT) alias Ello, dan Adjie Notonegoro (AN) yang namanya terbawa-bawa.

Baca juga: Satgas Sudah Blokir Web dan Aplikasi Investasi Bodong MeMiles

Rencananya, Eka Deli dijadwalkan datang pada 13 Januar, Marcello Tahitoe pada 14 Januari, Sedangkan Adjie Notonegoro dan Judika dijadwalkan 22 Januari 2020.

Berdasarkan data pada situs Otoritas Jasa Keuangan, MeMiles dan PT Kam and Kam merupakan aplikasi advertising yang termasuk ke dalam entitas investasi ilegal yang dihentikan satgas waspada investasi.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan tersangka hingga saat ini memiliki 240 ribu anggota.

Luki Hermawan juga mengatakan, tersangka berinisial KTM (47) dan FS (52) pernah melakukan penipuan dengan kasus yang sama tahun 2015 di Polda Metro Jaya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X