Kriss Hatta: Saya Dipaksa Pakai Baju Oranye, Bingung Bukan Main...

Kompas.com - 26/11/2019, 18:52 WIB
Kriss Hatta dan Denny Lubis saat dijumpai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019). KOMPAS.com/Revi C Rantung Kriss Hatta dan Denny Lubis saat dijumpai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (19/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kriss Hatta turut membacakan nota pembelaan atau pledoi atas kasus pemukulan Anthony Hilenaar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (26/11/2019).

Dalam pembacaan pledoi itu, Kriss Hatta menjelaskan dengan runtut duduk perkara dirinya sampai ditangkap pihak kepolisian secara mendadak.

"Pada 24 Juli 2019 saya ditangkap Resmob. Sejujurnya pihak kepolisian sudah datangi rumah saya yang berada di kawasan BSD pada tanggal 23 Juli 2019. Tetapi saya tidak ada di rumah. Saya sedang beli hewan kurban. Informasi ini saya dapat dari polisinya langsung saat saya tertahan di Resmob," kata Kriss Hatta di hadapan Majelis Hakim.

Baca juga: Kenakan Kaus #SaveKrissHatta di Pengadilan, Ibunda Kriss Hatta: Kami Akan Bikin Kejutan

Dengan nada tegas, Kriss Hatta kembali melanjutkan pledoi.

”Di tanggal 24 Juli 2019, saya ditangkap di kawasan Setiabudi pada pukul 07.00 WIB. Saya digiring ke Resmob Polda Metro Jaya. Saya paham, saya akan dimintai keterangan. Hanya saja saya meminta kebijakan buat menunggu lawyer saya datang," tuturnya.

Di situasi genting itu, Kriss Hatta memang sempat menghubungi pihak pengacara. Tapi apalah daya, saat itu Kriss langsung di BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Padahal, Kriss Hatta mengaku belum siap dilakukan BAP.

"Pihak kepolisian memaksa saya buat BAP. Saya memohon tunggu sebentar karena lawyer belum datang. Sejujurnya saya belum siap memberikan keterangan karena ditangkap tiba-tiba," ucapnya.

Baca juga: Kriss Hatta: Raga Boleh di Penjara, Otak Harus Hasilkan Uang

Tidak hanya sampai di situ, Kriss kembali mengaku bahwa dirinya dipaksa untuk mengenakan baju tahanan. Kriss lantas keheranan lantaran belum diperiksa penyidik.

"Saya dipaksa pakai baju oranye. Saya bingung bukan main. Saya belum diperiksa, saksi belum diperiksa tapi saya dipaksa pakai baju oranye. Caranya saya dikelilingi lima orang, pintu unit ditutup. Saya benar-benar dipaksa. Diperlakukan begitu saya terus memohon dan bernegosiasi, tidak begini caranya pak. Saya belum diperiksa," ucapnya lagi.

Kriss Hatta mencoba untuk membantah apa yang dituduhkan padanya.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X