Perdana Mendaki Gunung, Arifin Putra Beberkan Pengalamannya di Nepal

Kompas.com - 19/11/2019, 14:32 WIB
Aktor Arifin Putra saat promo film Si Manis Jembatan Ancol di Kantor Redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta, Selasa (19/11/2019). Film garapan sutradara Anggy Umbara akan mulai tayang di bioskop mulai 26 Desember 2019 mendatang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOAktor Arifin Putra saat promo film Si Manis Jembatan Ancol di Kantor Redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Jakarta, Selasa (19/11/2019). Film garapan sutradara Anggy Umbara akan mulai tayang di bioskop mulai 26 Desember 2019 mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyusuri alam Langtang di Nepal tahun 2016 silam, ternyata adalah pengalaman mendaki pertama bagi Arifin Putra.

Beruntungnya, selama berjalan selama tiga hari, aktor 32 tahun ini tak merasakan kesulitan berarti.

Walaupun, diakui Arifin, tubuhnya perlu penyesuaian. Mengingat, ia mendaki hingga ketinggian di atas 3.000 meter diatas permukaan laut (mdpl).

Baca juga: Tak Terlupakan, Arifin Putra Lebih Menghargai Alam Sejak dari Nepal

Bersama kedua rekannya, Arifin menghabiskan waktu dua malam di Kathmandu untuk membiarkan tubuh beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Setelah itu, mereka satu malam tinggal di Langtang Village untuk kembali beradaptasi.

Setelah itu, mereka baru melanjutkan perjalanan trekking selama tiga hari. Dengan estimasi berjalan 7 sampai 8 jam per hari.

“Ternyata badan kita setelah 3.000 mdpl itu terjadi perubahan yang cukup aneh di badan terutama di kuping. Karena kuping pusat orientasi badan. Setelah 3.000 mdpl kalau kita enggak banyak minum, cukup tidur dan lain-lain, bisa kena altitude sickness,” kata Arifin saat bertandang ke Menara Kompas, Jakarta, Senin (19/11/2019).

Baca juga: Peran Tentara Arifin Putra Terbawa di Kehidupan Nyata

Menurutnya, altitude sickness sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian. Oleh karenanya, mereka selalu berusaha banyak minum dan makan, serta istirahat yang cukup.

Kepada Kompas.com, Arifin sempat menceritakan perubahan yang dirasakan tubuhnya saat berada di ketinggian 3.000 mdpl.

Aktor berdarah Jerman ini sempat tiba-tiba merasa sangat lelah. Padahal, sebelumnya asik bermain salju.

“Kalau aku, kita sampai di ketiggian 3.900 mdpl, tiba-tiba salju turun. Kita kan seneng orang Indonesia. Kita seneng-seneng, bikin bola salju , lempar-lemparan. Terus, masuk ke dalam homestay, entah kenapa badanku langsung shut down. Aku langsung naik ke kamarku, langsung tidur. Kayak badannya mengalami perubahan yang cukup aneh,” ujar Arifin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X