Tak Terlupakan, Arifin Putra Lebih Menghargai Alam Setelah dari Nepal

Kompas.com - 19/11/2019, 13:50 WIB
Aktor Arifin Putra saat promo film Mantan Manten di Kantor Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Rabu (3/4/2019). Mantan Manten dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 4 April 2019 mendatang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOAktor Arifin Putra saat promo film Mantan Manten di Kantor Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Rabu (3/4/2019). Mantan Manten dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 4 April 2019 mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Memiliki hobi travelling membuat Arifin Putra melihat langsung indahnya deretan pegunungan Himalaya di Nepal.

Namun, ternyata liburannya ke Nepal bukanlah sesuatu yang direncanakan dengan cukup matang sebelumnya oleh aktor berdarah Jerman ini.

Saat bertandang ke kantor Kompas.com, Selasa (19/11/2019), Arifin mengungkapkan, ia hanya memercayakan liburannya ke Nepal kepada salah satu sahabat yang memang kerap bertandang ke negara tersebut.

Baca juga: Komplain Arifin Putra Terlalu Sibuk, Ibunda Buat Satu Permintaan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Throwback to simpler times in Nepal. Really miss this place. #throwback #mood

A post shared by Arifin Putra (@arifinputra_) on Nov 10, 2019 at 9:25pm PST

Akan tetapi, justru liburannya ke Nepal paling berkesan dan sangat bermakna sehingga sulit dilupakan.

Hiking selama tiga hari menyusuri alam Langtang yang terletak di utara lembah Kathmandu membuat Arifin terpesona pada kemegahan dan kekuatan alam sekaligus.

“Kalau yang paling berkesan, bisa dibilang hikmah kali ya, itu Nepal. Karena memang Nepal, ya kita kan bersatu dengan alam. Di situ benar-benar kita melihat kemegahan alam dan kebesaran alam. Di situ kita benar-benar belajar mensyukuri apa yang kita punya,” kata Arifin.

Baca juga: Arifin Putra Sebut Instagram adalah Aset Bagi Seorang Aktor

Pasalnya, aktor 32 tahun ini bercerita bahwa ia sempat melewati sebuah lembah indah yang ternyata merupakan reruntuhan sebuah desa.

Seluruh desa yang terdiri dari sekitar 200 kepala keluarga itu hancur dan semua yang tinggal di sana meninggal akibat gempa yang mengguncang Nepal tahun 2015.

Kejadian itu, diakui Arifin, langsung mengingatkannya untuk lebih menghargai alam.

“Intinya di situ banyak mendapat pelajaran untuk menghargai alam dan benar-benar mengerti bahwa alam itu sangat mahabesar. Sangat indah, tapi juga bisa sangat berbahaya,” ujar Arifin.

Baca juga: Arifin Putra Bakal Bagi-bagi Ilmu kepada Para Sineas Muda

“Di situlah, karena dengar langsung dan lihat langsung, sebagai manusia kita harus menghargai alam. Karena alam enggak butuh manusia, manusia yang butuh alam. Dan, ya alam buktinya seindah itu, tapi secepat ini dia bisa menghancurkan semuanya,” tambahnya.

Diketahui, Arifin Putra menghabiskan dua minggu untuk berkeliling Nepal. Ia ke sana satu tahun setelah gempa hebat mengguncang Nepal.

Selain Nepal, sejumlah kota dan negara di Benua Asia, Eropa, dan Amerika Utara pernah dijejaki oleh Arifin Putra.

Baca juga: Dari Nyaris Disebut Psikopat, Arifin Putra Jadi Anak Penurut

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X