Pelapor Jeremy Thomas Bicara soal Kasus Dugaan Penipuan

Kompas.com - 08/11/2019, 17:01 WIB
KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga negara Australia bernama Patrick Morris Alexander, yang bersengketa dengan artis peran Jeremy Thomas, menjelaskan versinya tentang kasus yang dihadapinya.

Berikut ini rangkuman pernyataan Patrick dalam dugaan penipuan tersebut.

Klaim banyak kejanggalan

Patrick menganggap selama ini Jeremy banyak berbohong tentang peralihan hak milik sebuah vila di Bali.

"Dia sering bohong. Pertama kali kasus ini blow up, dia enggak kasih aku uang. Dia janjiin aku bakal kasih uang, tapi enggak dilakukan, enggak ada bukti," ucap Patrick saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (7/11/2019).

Patrick mengatakan, Jeremy Thomas berkali-kali berjanji kepadanya akan memberikan sejumlah uang dari hasil penjualan vila Patrick yang pernah diambil alih Jeremy.

"Dia harus kasih aku uang, dia bohong lagi, katanya ‘aku kasih bukti deh kalau aku sudah kirim uang ke kamu’. Tapi itu enggak pernah terbukti. Dia cuma kirim email," ucapnya.

"Padahal aku cuma butuh bukti, semua omongannya adalah bohong," sambungnya.

Baca juga: Pelapor Jeremy Thomas: Akhirnya Kasus Dugaan Penipuan Rp 45 Miliar Terungkap

Titik terang

Kuasa hukum Alexander Patrick Morris, Ida Bagus Putu Astina, mengatakan saat ini sudah ada kejelasan hukum ihwal dugaan penipuan oleh Jeremy Thomas.

"Saya beri apresiasi setinggi-tingginya, karena pada akhirnya misteri penipuan Rp 45 miliar di Ubud Bali terungkap dan akan segera disidangkan," ucap Astina yang mendampingi Patrick dalam konferensi pers.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X