Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berapa Lama Atap Rumah Dapat Bertahan? Ini Usianya

Kompas.com - 15/03/2023, 20:15 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Forbes

JAKARTA, KOMPAS.com - Atap merupakan bagian integral dan "mahkota" sebuah rumah atau bangunan.

Atap berfungsi melindungi rumah dari panas, hujan, angin, dan benda-benda lainnya, memberi keteduhan, dan menjaga rumah tetap nyaman. 

Baca juga: 6 Tanda Perlu Mengganti Atap Rumah

Karena itu, menjaga atap rumah dalam kondisi baik adalah tugas yang harus dilakukan untuk menjaga keutuhan hunian. 

Namun, seiring waktu, atap rumah dapat memburuk karena keausan atau mengalami kerusakan akibat cuaca buruk, yang akhirnya membuatnya harus diganti.  

Dikutip dari Angi, rata-rata usia atap rumah adalah 30 tahun, tetapi ada beberapa material, seperti beton dan batu tulis, dapat bertahan hingga 100 tahun.

Selain bahan, usia atap dipengaruhi pengerjaan dan kondisi di daerah Anda tinggal. Jika dipasang oleh perusahaan atap berkualitas, banyak jenis atap yang dapat bertahan lebih dari 30 tahun;

Bahkan beberapa hingga 50 tahun atau lebih, kecuali jika terjadi badai yang hebat atau pohon tumbang yang besar. Sebaliknya, atap rumah yang lebih murah tidak akan bertahan selama jenis yang lebih mahal. 

Nah, dirangkum dari Forbes, Rabu (15/3/2023), berikut usia atap rumah berdasarkan materialnya.  

Baca juga: Cara Merawat Atap Rumah agar Lebih Tahan Lama

Genteng batu tulis

Ilustrasi genteng batu tulis.Shutterstock/Tong_stocker Ilustrasi genteng batu tulis.
Genteng batu tulis adalah salah satu jenis atap rumah paling mahal karena dikenal daya tahannya dan tampilannya yang menarik.

Genteng batu tulis sebenarnya adalah kombinasi dari bahan alami, seperti abu vulkanik atau tanah liat yang telah melalui transformasi metafora.

Jenis atap rumah ini memiliki penampilan halus dan berbutir-butir, tetapi bisa jadi cukup berat sehingga harganya mahal. Penampilannya yang indah dan daya tahan bagus membuat genteng batu tulis terus menjadi pilihan banyak pemilik rumah.

Genteng batu tulis dapat bertahan dalam ujian waktu, bahkan hingga 100 tahun, dan sebagian besar tidak memerlukan banyak perawatan setelah dipasang di rumah. 

Baca juga: 8 Bahaya Membiarkan Atap Rumah Bocor

Genteng tanah liat 

Genteng tanah liat tidak hanya indah karena warnanya yang khas, tetapi juga salah satu pilihan atap rumah yang lebih hemat biaya.

Genteng tanah liat dapat berfungsi ganda dengan tidak hanya melindungi rumah, tetapi juga mengurangi biaya energiberkat kemampuannya menghalau panas dan menjaga suhu tetap dingin.

Selain tahan cuaca dan api, atap rumah genteng tanah liat mudah disesuaikan dan menawarkan fleksibilitas kepada pemilik rumah yang tidak dimilik jenis atap lainnya.

Atap tanah liat tidak membutuhkan banyak perawatan dan mudah diperbaiki. Usia atap rumah ini dapat bertahan selama 50 tahun, bahkan lebih lama. 

Baca juga: 8 Tanda Atap Rumah Rusak dan Perlu Memperbaikinya

Genteng beton

Ilustrasi genteng beton.Shutterstock/Wichai Prasomsri1 Ilustrasi genteng beton.
Genteng beton tersedia dalam tiga gaya, yakni datar, sedikit lekukan (low-profile), dan lekukan besar (high-profile).

Genteng beton sangat populer karena dapat ditata dan dicat untuk meniru tampilan gaya genteng lainnya, termasuk batu, batu tulis, kayu, juga tanah liat.

Dalam hal keserbagunaan, atap rumah genteng beton menjadi pemenangnya. Sebab, tidak hanya dapat dibentuk, tetapi juga mudah dicat dengan berbagai warna yang sesuai dengan keinginan desain Anda dan melengkapi estetika keseluruhan rumah.  

Baca juga: Jangan Tunggu Parah, Ini 6 Tanda Atap Rumah Perlu Diperbaiki

Atap sirap aspal dan arsitektur

Atap sirap aspal dianggap sebagai atap paling populer dari semua atap di rumah-rumah baru saat ini. Ini adalah pilihan bagus jika ingin menghemat biaya, tetapi juga memberikan perlindungan  cukup untuk rumah.

Atap rumah ini hemat biaya, tetapi tidak bertahan selama beberapa pilihan atap lainnya. Usia atap rumah sirap aspal bisa bertahan 15-30 tahun sebelum memerlukan perbaikan atau penggantian.

Bagian bawah aspal hitam dari sirap ini akan aktif di bawah paparan panas matahari dan menyegel atap di tempatnya untuk perlindungan terhadap elemen-elemen.

Atap sirap segel arsitektur mirip dengan aspal, tetapi mempunyai harga lebih mahal. Atap rumah ini dianggap lebih menarik dari atap aspal, tetapi juga lebih tahan lama karena memiliki kepadatan tiga kali lipat dari atap aspal.

Usia atap rumah ini dapat bertahan selama 25-30 tahun. 

 Baca juga: Cegah Kebocoran, Lakukan 7 Hal Ini pada Atap Rumah Saat Musim Hujan

Atap logam 

Ilustrasi atap rumah berbahan logam.Shutterstock/eleonimages Ilustrasi atap rumah berbahan logam.
Tingkat perlindungan yang ditawarkan atap logam pada rumah ditentukan ukuran atau ketebalan. Jika ukuran atap logam rendah, itu berarti ketebalan panel (biasanya terbuat dari aluminium atau baja) lebih besar.

Ini membuatnya lebih tahan lama dibanding panel dengan ukuran yang lebih tinggi dan ketebalan lebih kecil, yang pada akhirnya menawarkan perlindungan lebih sedikit untuk rumah. 

Ukuran 22-24 dianggap sebagai atap logam kelas atas dan menawarkan perlindungan selama 50 tahun atau lebih, sedangkan atap logam dengan ukuran lebih tinggi (25-29) menawarkan perlindungan selama 20-25 tahun.

Biasanya, garansi pada atap metal ditentukan oleh jenis material yang digunakan, tetapi dimulai dari 20 tahun. 

Baca juga: Ketahui, 4 Penyebab Umum Atap Rumah Bocor

Atap sirap kayu

Keindahan alami dari jenis atap rumah ini membuatnya harus dimiliki banyak pemilik hunian. Gaya atap ini sangat populer karena menarik secara visual serta bertahan dalam ujian waktu. 

Elemen lain yang menarik dari atap sirap kayu adalah memberikan perlindungan terhadap serangga dan pembusukan.

Namun, untuk memastikan perlindungan, para ahli menyarankan melakukan inspeksi tahunan untuk menentukan apakah ada kerusakan.

Dengan perawatan dan pemeliharaan tepat, usia ataprumah sirap kayu dapat bertahan hingga 30 tahun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Forbes
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

5 Area Terlarang Meletakkan Tempah Sampah di Rumah

5 Area Terlarang Meletakkan Tempah Sampah di Rumah

Housing
Food Processor Vs Blender, Mana yang Harus Dibeli?

Food Processor Vs Blender, Mana yang Harus Dibeli?

Home Appliances
3 Cara Menghilangkan Bau Apak dari Rumah

3 Cara Menghilangkan Bau Apak dari Rumah

Housing
5 Ide Kamar Mandi Tradisional yang Menawan

5 Ide Kamar Mandi Tradisional yang Menawan

Decor
5 Ide Dapur Luar Ruangan yang Estetik dan Fungsional

5 Ide Dapur Luar Ruangan yang Estetik dan Fungsional

Decor
5 Cara Mengatur Tata Letak Ruangan Menurut Feng Shui

5 Cara Mengatur Tata Letak Ruangan Menurut Feng Shui

Housing
6 Ide Kamar Mandi Berwarna Pink, Bikin Ruangan Lebih Cantik

6 Ide Kamar Mandi Berwarna Pink, Bikin Ruangan Lebih Cantik

Decor
5 Tips Membasmi Hama Siput dari Kebun Sayur

5 Tips Membasmi Hama Siput dari Kebun Sayur

Pets & Garden
Kesalahan Mencuci Kain Mikrofiber yang Harus Dihindari

Kesalahan Mencuci Kain Mikrofiber yang Harus Dihindari

Do it your self
4 Cara Mengusir Semut dari Teras Rumah

4 Cara Mengusir Semut dari Teras Rumah

Do it your self
5 Ide Lantai Kamar Tidur yang Membuat Suasana Lebih Nyaman

5 Ide Lantai Kamar Tidur yang Membuat Suasana Lebih Nyaman

Housing
5 Ide Desain Jendela Dapur, Bikin Ruangan Lebih Terang

5 Ide Desain Jendela Dapur, Bikin Ruangan Lebih Terang

Decor
5 Penyebab Kucing Takut Air

5 Penyebab Kucing Takut Air

Pets & Garden
Cara Mencuci Seprai Satin agar Tetap Halus dan Tahan Lama

Cara Mencuci Seprai Satin agar Tetap Halus dan Tahan Lama

Do it your self
5 Hal yang Tidak Boleh Dibuang ke Saluran Pembuangan Wastafel

5 Hal yang Tidak Boleh Dibuang ke Saluran Pembuangan Wastafel

Housing
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com