Kompas.com - 27/06/2022, 12:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada beberapa aturan dekorasi mudah dipahami seperti menggunakan karpet besar dapat membuat kamar tidur terlihat luas dan cat gelap bisa mengecilkan ruangan secara visual.

Namun, tidak semua aturan dekorasi bergantung pada penglihatan. Kelsey Patel, pembicara motivasi dan guru meditasi yang berspesialisasi dalam Emotional Freedom Technique (EFT), mengatakan jika hanya mempertimbangkan tampilan ruangan, Anda bisa membuat kesalahan. 

Baca juga: 3 Cara Membuat Kamar Tidur Lebih Nyaman, Tenang, dan Mengundang

Patel mengatakan penting mempertimbangkan energi positif dan barang-barang yang ada di dalam kamar tidur

Segala sesuatu memiliki "energi kehidupan" yang mengalir melaluinya dan barang-barang di sekitar seseorang dapat memiliki dampak sangat nyata pada kesejahteraan emosional serta spiritual mereka.

Patel menjelaskan, rumah yang berantakan dapat membuat seseorang stres. Begitu pun, aksesori bermotif cerah dan karya seni yang banyak bisa membuat sulit bersantai di kamar tidur. 

Nah, berikut tujuh benda yang dapat merusak energi di kamar tidur dan cara memperbaikinya dilansir dari My Domaine, Senin (27/6/2022). 

Baca juga: Tips Feng Shui Kamar Tidur untuk Tingkatkan Keintiman dengan Pasangan

Seprai cerah

Ilustrasi kamar tidur bergaya Skandinavia. Shutterstock/Antoha713 Ilustrasi kamar tidur bergaya Skandinavia.
Mengganti seprai adalah salah satu cara termudah mengubah ruang yang kacau menjadi tenang dan berenergi positif. 

Menurut Patel, warna-warna cerah dan pola ramai harus dihindari. "Jika memiliki warna-warna berani atau pola liar di kamar tidur, perhatikan bagaimana Anda merasa beristirahat pada malam hari dan pada pagi hari ketika bangun," katanya. 

Baca juga: 7 Tips Feng Shui Kamar Tidur Anak untuk Keceriaan dan Kepercayaan Diri

Rak yang berantakan

Patel mengatakan kekacauan tidak selalu disadari, tetapi energi kekacauan itu dapat menanamkan kekacauan dan ketidakteraturan ke dalam pikiran.

Sebuah penelitian menemukan wanita yang tinggal di lingkungan berantakan cenderung memiliki tingkat kortisol yang tinggi, hormon yang berhubungan dengan stres. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber My Domaine
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.