Kompas.com - 24/06/2022, 18:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakaian batik rentan mengalami luntur atau warnanya memudar sehingga perlu merawat dan mencucinya dengan baik.

Saat mencuci pakaian, termasuk batik, kebanyakan orang menggunakan banyak detergen untuk membersihkan secara maksimal. Padahal, hal ini jelas salah. 

Baca juga: Produk Kerajinan Enamel Batik Asal Yogyakarta Tembus Pasar Belanda

Menggunakan detergen yang terlalu banyak dapat membuatnya tertinggal pada pakaian sehingga membuat pakaian lebih kaku serta meninggalkan residu detergen. 

Chitra Subyakto, founder dan Direktur Kreatif Fashion House Sejauh Mata Memandang, menjelaskan, orang umumnya mengenal batik sebagai sebuah motif, padahal batik merupakan pakaian dan kain.

Batik memiliki beragam motif apa pun selama menggunakan malam atau wax dalam proses pembuatannya. 

Baca juga: Tidak Hanya untuk Pakaian, Pentingnya Pelestarian Batik Lasem

Soal cara merawat batik, Chitra mengatakan semakin sering mencuci batik, semakin membuatnya lusuh.

"Perawatan batik atau pakaian pada umumnya adalah harus membaca label pakaiannya terlebih dahulu setelah membelinya untuk mengetahui bagaimana cara merawatnya sehingga bisa memperpanjang usia pakaian," jelas Chitra dalam acara konfrensi pers di Jakarta, Jumat (24/6/2022). 

Dilansir dari The Spruce, sebelum mencuci pakaian periksa instruksi yang ada pada label pakaian terlebih dulu. Apakah label membolehkan mencuci batik menggunakan air dingin, menghindari mencampurnya bersama pakaian lain, atau pakaian hanya boleh dicuci menggunakan tangan. 

Baca juga: Perajin Kerajinan Batik Didorong untuk Ekspor

 

Selain itu, jangan lupa memeriksa instruksi pengeringan. Label pakaian juga akan menunjukkan apakah pakaian perlu dikeringkan dengan suhu rendah atau tidak terlalu kering. 

Chitra mengatakan apabila ingin mencuci batik, sebaiknya menggunakan air dan sabun organik atau sabun bayi, kemudian hindari menjemur batik di tempat panas untuk mencegahnya tidak cepat pudar.

"Mencuci batik tidak memerlukan air panas agar lebih awet," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.