Kompas.com - 05/06/2022, 09:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Skincare atau produk kecantikan dan kulit telah menjadi sebuah kebutuhan bagi beberapa orang, baik wanita maupun pria. 

Tak heran, saat ini mudah ditemukan berbagai produk skincare di pasaran, dari rambut, wajah, tubuh, hingga ujung kaki. 

Baca juga: Demi Menjaga Lingkungan, Yuk Pakai Produk Kecantikan sampai Habis

Ditambah, produsen atau pelaku industri kecantikan juga berlomba-lomba mengeluarkan sejumlah produk skincare, dari pembersih waja, toner, serum, sunscreen, pelembap, hingga masker wajah. 

Hal ini membuat industri kecantikan mengalami pertumbuhan pesat, terlebih selama pandemi Covid-19.

Berdasarkan data penelitian Kantar pada 2021, pertumbuhan segmen kecantikan dan perawatan pribadi pada masa new normal mengalami peningkatan sebesar tiga persen.  

Baca juga: #PakeSampaiHabis, Solusi Nyata Kurangi Sampah Produk Skincare di Rumah 

Ilustrasi skincare.Freepik Ilustrasi skincare.
Namun, pertumbuhan pesat itu, berdampak buruk pada lingkungan karena meningkatkan jumlah sampah kemasan produk skincare dan terbentuknya kebiasaan mengonsumsi berlebihan atau over konsumtif pada masyarakat. 

Hal ini tak lain karena kebiasaan konsumsi berlebihan seperti mudah membeli dan berganti produk kecantikan hanya karena mengikuti tren atau diskon. Padahal, skincare sebelumnya belum habis digunakan. 

Akibatnya, terjadi penumpukan sampah produk kecantikan di rumah serta berpotensi terhadap masalah lingkungan. 

Baca juga: Jangan Dibuang, Skincare Kedaluwarsa Bisa Digunakan Membersihkan Rumah

Cynthia S Lestari, founder Lyfe with Less—komunitas gaya hidup minimalis di Indonesia—penumpukan sampah produk skincare juga tak terlepas dari penggunaan skincare dengan teknik layering atau menggunakan produk secara berlapis-lapis setiap harinya. 

"Dari pagi sampai malam, banyak orang yang menggunakan lebih dari dua skincare berbeda-beda. Belum lagi, beli skincare baru, padahal produk sebelum belum habis hanya karena termakan diskon," ucapnya dalam acara #PakaiSampaiHabis yang digelar secara virtual, Jumat (3/6/2022).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.