Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Produk Pembersih yang Tidak Boleh Dipakai pada Stainless Steel

Kompas.com - 10/05/2022, 21:50 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Sumber The Kitchn

JAKARTA, KOMPAS.com - Permukaan peralatan masak atau peralatan elektronik dengan pelapis stainless steel bisa dengan mudah kotor, terkena sidik jari, dan noda. Ini artinya Anda perlu membersihkan permukaan stainless steel secara rutin.

Namun demikian, Anda tidak boleh menggunakan sembarang produk pembersih untuk membersihkan peralatan stainless steel. Produk pembersih yang tidak tepat akan membuat permukaan stainless steel rusak atau tergores.

Dikutip dari The Kitchn, Selasa (10/5/2022), berikut beberapa produk pembersih yang tidak boleh digunakan pada permukaan stainless steel.

Baca juga: Penyebab Wastafel Stainless Steel Berubah Warna dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi peralatan masak stainless steel. SHUTTERSTOCK/MAXX-STUDIO Ilustrasi peralatan masak stainless steel.

1. Pembersih kaca yang mengandung amonia

Meskipun beberapa orang merekomendasikan penggunaan pembersih kaca yang mengandung amonia untuk membersihkan sidik jari yang membandel dari permukaan stainless steel, itu bukanlah ide yang baik, bahkan jika Anda membilasnya dengan baik.

Pembersih mengandung amonia cukup keras untuk memecahkan lapisan oksida kromium yang membentuk lapisan pelindung yang membuat stainless steel “tahan karat."

Ketika lapisan ini terganggu, air dapat tertinggal di permukaan dan menyebabkan bekas karat.

2. Sabut wol baja

Sabut wol baja terlalu keras untuk permukaan stainless steel. Bantalannya bersifat abrasif dan dapat meninggalkan goresan pada stainless steel.

Baca juga: 6 Kesalahan Umum Saat Menggunakan Panci dan Wajan Stainless Steel

Selain itu, wol baja dapat meninggalkan partikel kecil yang sebenarnya dapat berkarat di permukaan.

3. Pemutih

Pemutih adalah bahan dasar korosif dan tidak boleh digunakan pada permukaan stainless steel. Sebab, pemutih akan merusak lapisan pelindung dan mungkin menyebabkan karat dan lubang, yang keduanya merusak permukaan peralatan masak stainless steel.

 

Akan tetapi, ada sesuatu yang mungkin tidak Anda ketahui. Seiring waktu, pemutih juga berpotensi menghitamkan peralatan.

Ilustrasi membersihkan wastafel stainless steel. SHUTTERSTOCK/KIRA_YAN Ilustrasi membersihkan wastafel stainless steel.

4. Air sadah

Jika air di rumah Anda adalah air sadah, kandungan mineralnya akan meninggalkan noda yang tidak sedap dipandang.

Baca juga: 3 Cara Mudah Membersihkan Wastafel Keramik dan Stainless Steel

Dengan demikian, bahkan ketika Anda menggunakan metode pembersihan yang lembut dan langsung pada peralatan stainless steel, pilihlah air suling atau air yang disaring sehingga Anda tidak meninggalkan permukaan yang tampak kotor bahkan setelah Anda membersihkannya.

5. Pembersih abrasif

Pembersih abrasif akan merusak lapisan stainless steel dan membuatnya rentan terhadap goresan dan karat. Jika Anda perlu membersihkan bekas karat yang ada, pilihlah pembersih abrasif yang lembut atau soda kue.

Pastikan untuk menggosok searah serat dan bilas dengan baik. Perhatikan bahwa bantalan gosok abrasif juga akan menggores permukaan stainless steel, jadi pilihlah penggosok non-abrasif atau kain mikrofiber.

6. Pembersih oven

Pembersih oven sangat keras dan pasti akan merusak lapisan stainless steel. Daripada melakukan tindakan ekstrem seperti itu, bersihkan permukaan stainless steel dengan pembersih yang dirancang untuk stainless steel. 

Baca juga: 5 Cara Ampuh untuk Membersihkan Noda Kopi di Termos Stainless Steel

Anda juga bisa menggunakan pembersih buatan sendiri yang lembut, seperti sabun dan air atau pembersih serbaguna yang diikuti dengan pengilap dan pemoles dengan kain mikrofiber yang lembut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com