Kompas.com - 12/01/2022, 08:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjaga jarak dan tetap beraktivitas di rumah adalah salah satu cara penting untuk mengurangi penyebaran virus corona (Covid-19). Mendisinfeksi dan membersihkan apa pun yang masuk ke rumah juga merupakan hal penting.

Dikutip dari Reader's Digest, Rabu (12/1/2022), para ilmuwan dan komunitas medis masih menemukan berbagai cara penularan Covid-19, tetapi mereka setuju bahwa kebersihan yang layak adalah langkah penting.

“Kabar baiknya adalah bahwa (virus) SARS CoV-2 sangat rentan terhadap banyak disinfektan, termasuk semprotan atau gel berbasis alkohol, senyawa amonium, deterjen, pembersih berbasis pemutih, dan panas," kata Meghan A May, profesor mikrobiologi dan penyakit menular di Fakultas Kedokteran Osteopatik University of New England.

Baca juga: Simak, 3 Tips Menggunakan Pemutih Sebagai Disinfektan

Ilustrasi membersihkan dengan disinfektan. FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi membersihkan dengan disinfektan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyatakan, pembersihan permukaan yang tampak kotor diikuti dengan disinfeksi adalah tindakan praktik terbaik untuk pencegahan virus corona dan penyakit pernapasan akibat virus lainnya di lingkungan rumah tangga dan lingkungan.

Pembersihan mengacu pada penghilangan kuman, kotoran, dan kotoran lain dari permukaan. Ini tidak membunuh kuman, tetapi membantu mengurangi jumlah dan risiko penyebaran infeksi.

Disinfeksi mengacu pada penggunaan disinfektan kimia yang terdaftar untuk membunuh kuman di permukaan.

Karena banyak pembersih dan disinfektan bersifat keras pada kulit, sebaiknya kenakan sarung tangan sekali pakai saat mendisinfeksi.

Baca juga: Jangan Lupa Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa Produk Disinfektan!

Pastikan untuk membuang atau mencuci sarung tangan setelah digunakan dan segera cuci tangan Anda.

“Saat menggunakan produk pembersih antimikroba, penting untuk mempertimbangkan bahwa efektivitas optimal disinfektan, biasanya pengurangan 99,9 persen pada patogen tertentu, hanya akan tercapai bila digunakan sesuai dengan petunjuk label,” sebut Samara Geller, peneliti senior dan analis basis data di Environmental Working Group (EWG).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.