Kompas.com - 10/01/2022, 19:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika membeli tanaman hias baru, hal pertama yang dilakukan orang adalah memasukkannya ke pot plastik. 

Meski tidak apa-apa menggunakan pot plastik, sebaiknya tidak melakukan untuk jangka panjang.  

Baca juga: Cara Membasmi Hama Kutu Putih di Batang dan Daun Tanaman Hias

"Setiap kali membeli tanaman di toko dan ada di pot pembibitan, tanaman harus segera di-repotting lebih cepat daripada menundanya," kata Maryah Greene, ahli tanaman dan stylist di Greene Piece, dilansir dari Mind Body Green, Senin (10/1/2022).

Alasannya, kemungkinan besar tanaman hias tersebut sudah berada di dalam pot plastik untuk waktu lama, terlebih bila tanaman hias berasal dari pembibitan besar. Selain itu, bisa jadi ukuran tanaman bisa saja sudah lebih besar melebihi wadahnya.

Karena itu, Greene merekomendasikan segera merepotting (mengganti pot baru) tanaman dalam beberapa minggu, terutama jika membelinya selama puncak musim tanam. 

Baca juga: 7 Tanaman Hias yang Memiliki Manfaat Kesehatan 

Tanda-tanda tanaman perlu di-repotting?

Ilustrasi repotting tanaman hias. FREEPIK/SENIVPETRO Ilustrasi repotting tanaman hias.
Ada beberapa tanda bahwa tanaman hias perlu dikeluarkan dari pot plastiknya. Pertama, muncul akar yang menyembul melalui bagian atas tanah atau melalui lubang drainase pot.

Hal itu menandakan bahwa pot tersebut terikat. Artinya, akarnya yang bertugas menyerap air dan nutrisi dari tanah telah kehabisan ruang untuk tumbuh ke luar.

Tarik perlahan tanaman dari pot plastiknya untuk memastikan apakah akar tanaman terikat pot. Jika akarnya ditekan ke tepi tanah dan terlihat seperti tumbuh dalam lingkaran, sudah saatnya mengganti pot baru. 

Baca juga: 6 Tanaman Hias Mahal yang Akan Banyak Dicari pada Tahun ini

Selain itu, jika daun tanaman terkulai atau mulai menguning meski telah menyiraminya dengan benar, itu pertanda bahwa sudah waktunya untuk merepotting tanaman.

Goyangkan pot secara perlahan hingga tanaman keluar dari pot plastik dan hilangkan tanah yang gembur sehingga hanya tersisa tanaman dan akarnya. 

Setelah itu, masukkan lapisan tanah baru yang dangkal ke pot berdiameter tidak lebih dari 2,5 sampai lima sentimeter. Tanah yang terlalu banyak akan menyerap air di sekitar tanaman yang dapat menyebabkan masalah. 

Baca juga: 8 Tanda Tanaman Hias Kekurangan Cahaya Matahari, Apa Saja?

Selain itu, pot yang lebih besar juga harus memiliki lubang drainase pada bagian bawahnya. Jika tidak ada lubang drainase, letakkan lapisan kerikil atau batu yang dangkal di sana untuk membantu drainase.

Kemudian, masukkan tanaman dan tambahkan tanah di sekitarnya dengan rapat serta merata. Tanaman akan baik-baik saja di rumah barunya selama satu tahun atau lebih sampai membutuhkan pot baru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.