Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Jenis Rumah yang Paling Dicari Masyarakat Indonesia

Kompas.com - 08/12/2021, 21:30 WIB
Abdul Haris Maulana,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Memiliki rumah atau hunian menjadi impian banyak orang. Untuk memenuhi keinginan tersebut, banyak masyarakat Indonesia yang berselancar di Internet untuk mencari beragam jenis rumah yang sesuai dengan kebutuhan mereka. 

Dalam pencarian rumah tersebut, ada beragam jenis rumah yang paling dicari masyarakat Indonesia berdasarkan volume pencarian di Google.

Merujuk siaran pers Pinhome, selaku pionir e-commerce properti di Indonesia, Rabu (8/12/202), berikut 10 jenis rumah paling dicari masyarakat Indonesia. 

Baca juga: 8 Tips Menghemat Biaya Listrik di Setiap Sudut Rumah

Apartemen

Ilustrasi apartemen. FREEPIK/KAMRANAYDINOV Ilustrasi apartemen.
Apartemen menjadi jenis properti pertama yang berada di urutan paling atas. Properti ini mempunyai volume pencarian di Google sebanyak 56 ribu.

Ruko

Rumah toko (ruko) banyak dibangun di seluruh Indonesia. Bangunan jenis ini memiliki volume pencarian terbanyak kedua di Google, yaitu 19 ribu. 

Baca juga: 3 Tips Menciptakan Suasana Rumah yang Nyaman dan Anti Stres

Cluster

Umumnya, orang Indonesia akan mengetik cluster atau klaster. Namun, volume pencarian dengan kata cluster memiliki nilai tinggi sehingga menempatkan jenis properti berada pada posisi ketiga dengan jumlah pencarian 11ribu.

Townhouse

Ilustrasi rumahUnsplash/Dillon Kydd Ilustrasi rumah
Townhouse menjadi jenis hunian yang mungkin terdengar baru. Hunian ini pada dasarnya sudah eksis sejak lama dan telah banyak developer perumahan yang membangun jenis hunian ini.

Di dalam townhouse, hanya ada beberapa rumah sehingga lingkungannya lebih eksklusif. Search volume townhouse adalah 5.400. 

Baca juga: 6 Prediksi Tren Desain Interior 2022 yang Cocok untuk Semua Tipe Rumah

Rumah susun

Rumah susun ternyata mempunyai volume pencarian yang tinggi sehingga menempati posisi kelima. Rumah susun memiliki pencarian sebanyak 5.400.

Transit-oriented development

Transit oriented development (TOD) adalah jenis hunian baru yang sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat urban.

TOD adalah tipe properti yang terintegrasi langsung dengan transportasi umum seperti MRT, LRT, atau halte bus TransJakarta. 

Hunian jenis ini umumnya berbentuk apartemen yang memiliki pencarian sebesar 700. 

Baca juga: 7 Warna Interior Rumah yang Akan Populer di Tahun 2022

Rukan 

Rumah kantor (rukan) memiliki volume pencarian sebanyak 600. Rukan mungkin terbilang jenis properti yang sedikit dicari karena mengingat jenis hunian ini bersifat tersegmentasi.

Rumah kopel

Rumah kopel didefinisikan sebagai dua bangunan rumah yang berhimpitan. Namun, pada dasarnya, ini merupakan dua rumah berbeda yang digabung menjadi satu.

Kopel atau dalam bahasa Inggris berarti couple. Artinya, rumah tersebut seperti berpasangan karena berdempetan. Namun, volume pencarian rumah jenis ini terbilang kecil, yaitu 500. 

Baca juga: Ada Jamur di Rumah? Basmi dengan 4 Bahan Alami Ini

Rumah tunggal

Kata kunci rumah tunggal menjadi salah satu yang rendah dilihat dari volume pencariannya. Artinya, jarang sekali orang mencari rumah tunggal di Internet. Pencariannya hanya sekitar 150.

Kondotel 

Kondotel juga menjadi salah satu properti yang volume pencariannya rendah dan hanya memiliki nilai search volume 40. 

Baca juga: Menurut Studi, Ini Waktu Paling Populer untuk Bersih-bersih Rumah

Jenis rumah berdasarkan usia dan status bangunan

  • Kontrakan

Kontrakan menjadi salah satu jenis rumah yang banyak dicari. Berdasarkan volume pencarian di Google menggunakan Ahrefs, kata kunci kontrakan mencapai 23 ribu.

  • Kos

Sementara kata kunci kosan menempati urutan kedua dengan jumlah pencarian sebanyak 12 ribu. 

Baca juga: 9 Cara Mendekorasi Rumah Tua Tanpa Menghilangkan Sisi Vintage

  • Rumah subsidi

Ilustrasi rumah.Dok. DIREKTORAT RUK/ BAGIAN HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK DIREKTORAT JENDERAL PERUMAHAN KEMENTERIAN PUPR Ilustrasi rumah.
Di urutan ketiga, ada rumah subsidi. Proyek rumah subsidi memang terus dikembangkan pemerintah untuk menyediakan opsi rumah terjangkau bagi sebagian masyarakat.

Di berbagai daerah, rumah subsidi dibangun dan disebar ke area-area yang masih belum berkembang.

Harga dan bunga yang terjangkau membuat masyarakat tertarik dengan jenis rumah ini. Di Google, pencarian rumah subsidi mencapai 8.300.  

Baca juga: 4 Tips Menjaga Rumah Bebas Hama

  • Rumah baru

Rumah baru memiliki urutan keempat dengan pencarian senilai 2.800. Pada dasarnya, banyak faktor yang bisa menyebabkan hal ini terjadi.

Kata kunci yang dimasukkan lebih mengarah pada keyword “rumah dijual” atau diikuti nama kota seperti “rumah Jakarta” dan sebagainya. Hal ini menyebabkan mungkin kata kunci rumah baru menjadi kurang populer.

  • Rumah lelang

Rumah lelang adalah rumah atau properti yang pembayarannya tidak lunas sehingga pihak bank harus menyita.

Setelah disita, pihak bank akan menjual rumah tersebut ke nasabah dengan cara dilelang. Search volume kata kunci ini mencapai 1.500. 

Baca juga: 7 Alasan Stainless Steel Baik untuk Peralatan dan Furnitur Rumah

Rumah lama (secondary)

Kata kunci untuk rumah lama ternyata paling rendah. Jumlah pencariannya hanya mencapai 800 saja.

Namun, bisa saja banyak faktor yang terjadi. Misalnya, para pengguna Internet langsung melakukan pencarian di situs penjualan properti seperti Pinhome.

Selain itu, para pengguna Internet sudah langsung menggunakan aplikasi pencarian rumah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com