Kompas.com - 29/11/2021, 19:37 WIB
Alasan kucing suka menjilati lantai, karpet atau permukaan lainnya juga bisa karena mengalami pruritus atau gatal. Unsplash/Ludemeula FermanAlasan kucing suka menjilati lantai, karpet atau permukaan lainnya juga bisa karena mengalami pruritus atau gatal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kutu menjadi salah satu hewan yang bisa mengganggu kesehatan kucing peliharaan.

Tak hanya menimbulkan gatal luar biasa, kucing yang memiliki kutu pada bulunya akan menggaruk terus-menerus dan menyebabkan luka, bahkan kebotakan pada tubuh serta bulu kucing

Baca juga: Gejala dan Cara Mengatasi Gigitan Ular pada Kucing

Masalah kutu bisa dialami kucing mana pun, termasuk kucing yang berada di dalam ruangan atau kucing rumahan. 

Bagas Satria, dokter hewan dan senior vet di Amore Group, mengatakan, pada dasarnya, beberapa spesies kutu sangat mudah berpindah. Hanya dengan kontak singkat, kutu bisa berpindah dari satu kucing ke kucing lain.

"Jadi, penularan kutu bisa terjadi di mana saja seperti ketika kucing kita kontak dengan kucing liar yang ada di sekitar rumah," ucap Bagas kepada Kompas.com, Senin (29/11/2021). 

Baca juga: Ketahui, Ini 6 Jenis Suara Meong Kucing dan Artinya

Selain itu, kutu juga dapat hidup atau berkembang biak pada lingkungan yang pernah terkontaminasi. Jadi, selain pengobatan, Anda juga harus membersihkan lingkungan tempat tinggal kucing tersebut.

Untuk pengobatan kucing yang terkena kutu, kata Bagas, sudah terdapat banyak obat ektoparasit yang bisa diberikan pemilik pada kucing di rumah.

Namun, jika tidak yakin, sebaiknya membawa kucing ke dokter hewan untuk memastikan penyebab ganguan kulit tersebut. 

Baca juga: Penyebab Kucing Makan Banyak Tapi Berat Badan Turun Drastis 

Obat alami hingga mandi 

Selain menggunakan obat berdasarkan rekomendasi dokter dokter, sebenarnya banyak bahan alami yang bisa digunakan sebagai obat mengatasi kucing yang terkena kutu seperi air lemon, lavender, air cuka apel.

"Namun, efektivitasnya rendah dan pengunaan yang berlebihan dapat menimbulkan efek samping. Kami lebih menyarankan menggunakan obat-obat antiparasite yang sudah banyak di pasaran dengan efektivitas terukur dan minim efek samping," ujar Bagas.  

Baca juga: Haruskah Ayah Kucing Dijauhkan dari Anak Kucing yang Baru Lahir?

Di samping itu, mandi teratur juga bisa mengurangi infestasi kutu pada kucing. Untuk frekuensi mandi, ditentukan sejumlah faktor seperti aktivitas kucing dan kelebatan bulu kucing tersebut.

Sementara itu, untuk durasi, memandikan kucing yang mengalami kutu atau jamur disarankan satu minggu sekali dan mandi rutin dapat dilakukan dua sampai empat minggu sekali, tergantung beberapa fakator di atas. 

Meski begitu, memandikan kucing tidak efektif menghilangkan kutu. Karena itu, sebaiknya tetap memberikan pengobatan dokter. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.