Kompas.com - 29/11/2021, 18:23 WIB
Ilustrasi kucing jalanan Unsplash/Jerry WangIlustrasi kucing jalanan

JAKARTA, KOMPAS.com - Terkadang ada beberapa kucing jalanan yang menghampiri atau datang ke rumah, bahkan kucing tersebut merasa nyaman berada di rumah kita. 

Hal ini pun membuat sebagian orang akhirnya memilih memelihara kucing jalan tersebut. Akan tetapi, apakah boleh mengadopsi kucing jalanan sebagai hewan peliharaan? Apa saja yang harus diperhatikan ketika mengadopsinya? 

Baca juga: Ketahui, Ini 6 Jenis Suara Meong Kucing dan Artinya

Bagas Satria, dokter hewan dan senior vet di Amore Group, menjelaskan, sebelum mengadopsi kucing jalanan sebagai hewan peliharaan, sebaiknya membawanya ke dokter hewan terlebih dahulu untuk memeriksa kondisi kesehatannya. Mengingat, histori kesehatan kucing jalanan tersebut tidak diketahui. 

"Selain itu, kucing yang diadopsi dari jalanan sebaiknya diisolasi untuk diobservasi selama minimal satu minggu guna mencegah penularan penyakit kepada populasi kucing yang ada di rumah Anda," kata Bagas kepada Kompas.com, Senin (29/11/2021). 

Baca juga: Gejala dan Cara Mengatasi Gigitan Ular pada Kucing 

Perlunya vaksin dan pengecekan fisik kucing

Hal lainnya yang perlu dilakukan dalam mengadopsi kucing jalanan adalah pemberian vaksin yang lengkap.

Bagas mengatakan bahwa vaksin sangat diperlukan untuk semua jenis kucing, termasuk kucing jalanan, agar memberikan perlindungan terhadap virus berbahaya dan sulit diobati. 

Baca juga: Penyebab Kucing Makan Banyak Tapi Berat Badan Turun Drastis

"Vaksinasi dapat diberikan pada usia delapan minggu dengan pengulangan tiga kali interval satu bulan sekali. Setelah itu, dapat diberikan booster tahunan setiap satu tahun sekali," ucapnya.

Bagas menjelaskan, ada beberapa jenis vaksin kucing yang tersedia di Indonesia, di antaranya Tricat, Tetracat, dan Rabies. Ketiga vaksin ini penting diberikan kepada kucing peliharaan.

Tak hanya vaksin, keadaan fisik kucing juga harus diperhatikan dengan baik karena sering kali beberapa kucing jalanan ditemukan kebotakan pada tubuhnya. 

Baca juga: Haruskah Ayah Kucing Dijauhkan dari Anak Kucing yang Baru Lahir?

Menurut Bagas, kebotakan disebabkan berbagai hal seperti luka, jamur, ektoparasit, kekurangan nutrisi, juga ganguan sistem imun. 

Untuk itu, penanganan tepat sangat diperlukan agar keadaan kucing tidak semakin memburuk. "Sebab itu, sebaiknya dilakukan pemeriksaan di dokter hewan sehingga dapat diberikan penanganan tepat," tutup dokter Bagas. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.