Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/11/2021, 19:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com—Kita tentu sudah akrab dengan pemutih pakaian. Tak hanya bisa membuat pakaian putih semakin bersih, pemutih pakaian juga bisa digunakan sebagai disinfektan.

Cairan kimia ini sebaiknya dimiliki oleh setiap keluarga untuk membersihkan pakaian dan mendisinfektan permukaan apapun yang ada di rumah.

Bahan utama pemutih pakaian adalah natrium hipoklorit, yang dapat mendegradasi protein mikroorganisme, sehingga membunuh bakteri, jamur, dan virus.

Karena itulah saat pandemi virus corona pemutih pakaian menjadi bahan yang dicari untuk mendisinfektan apapun.

Namun sebenarnya, menggunakan pemutih haruslah dengan benar. Karena jika tidak, pemutih bisa tidak efektif untuk menghilangkan noda serta kuman, bakteri, virus dan jamur.

Untuk menggunakan pemutih dengan benar dan efektif, ada baiknya kamu mengetahui fakta-fakta tentang pemuith.

Berikut adalah delapan fakta tentang pemutih yang dilansir dari Asiaone, Senin (22/11/2021).

Baca juga: 7 Kesalahan Mencuci Pakaian yang Sering Dilakukan Banyak Orang

1. Pemutih bisa kadaluarsa

Beberapa orang mungkin menimbun banyak pemutih di rumah selama masa pandemi virus corona. Padahal, pemutih bisa kedaluwarsa, lho!

Sodium hipoklorit, bahan bakterisida, sebenarnya tidak stabil dan dapat membusuk seiring waktu.

Meskipun beberapa formulasi akan menyertakan stabilisator untuk mengurangi laju pembusukan, Dewan Konsumen Amerika merekomendasikan bahwa masyarakat harus menggunakannya dalam waktu 3 tahun.

2. Takaran pencairan yang berbeda

Konsentrasi natrium hipoklorit dalam pemutih rumah tangga umumnya 5,25 persen.

Namun untuk takaran pencairannya berbeda-beda antara satu pemutih dan yang lainnya. Untuk itu kamu harus memperhatikan label pada kemasan saat membeli.

 

Biasanya takaran untuk memutihkan dan takaran untuk disinfektan biasanya akan berbeda.

3. Bahaya pemutih

Pemutih yang tidak diencerkan melepaskan gas beracun di bawah sinar matahari, jadi pemutih harus disimpan di tempat yang sejuk, teduh dan jauh dari jangkauan anak-anak.

Selain itu, pemutih akan mengiritasi selaput lendir, kulit dan saluran pernafasan, sehingga saat menggunakannya, kamu harus memakai masker, sarung tangan dan perlengkapan lainnya saat menggunakan, dan encerkan serta gunakan di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang baik.

Baca juga: Cara Membersihkan Jamur di Kamar Mandi dengan Pemutih

4. Cara mengencerkan pemutih: Jangan gunakan air panas

Banyak orang menggunakan tutup botol sebagai tolak ukur untuk mengencerkan pemutih. Namun, merek yang berbeda memiliki jumlah tutup botol yang berbeda, jumlah pengenceran menjadi tidak akurat.

Oleh karena itu, Anda harus mengukur kapasitas tutup botol terlebih dahulu untuk memastikan jumlah pengenceran yang tepat. Lebih tepat menggunakan sendok atau gelas takar untuk mengukur jumlah pemutih secara akurat.

Ingatlah untuk menggunakan air dingin untuk mengencerkan pemutih. Jika menggunakan air panas, itu akan menghancurkan bahan-bahan dan membuat pemutih kehilangan efektivitasnya.

5. Mencampur produk pembersih lain

Mencampur pemutih dengan bahan pembersih lain mungkin tidak meningkatkan daya pembersihan, dan reaksi kimian yang terjadi justru akan mengurangi kemampuan oksidasi pemutih yang kehilangan fungsi sterilisasi.

Gas beracun akan dihasilkan jika pembersih asam atau pembersih toilet dicampur dengan pemutih.

6. Bahaya pemutih

Jangan sekali-kali menuangkan pemutih yang belum diencerkan langsung ke dalam parit, karena pemutih bersifat korosif sehingga pipa logam dapat bocor.

Baca juga: Simak, 5 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Menggunakan Pemutih

7. Bahan yang tidak bisa dibersihkan dengan pemutih

 

Cairan pemutih dan sabun. www.shutterstock.com Cairan pemutih dan sabun.

Hindari penggunaan pemutih pada logam, wol, nilon, sutra, kain yang diwarnai dan permukaan yang dicat, kecuali untuk baja tahan karat. Pemutih tidak boleh digunakan untuk menyeka logam atau merendam produk logam.

8. Gunakan segera pemutih yang sudah diencerkan

Pemutih yang diencerkan harus digunakan dalam waktu 24 jam karena natrium hipoklorit akan terurai seiring waktu. Pemutih yang sudah diencerkan sebelumnya hanya akan mengurangi daya pembersihannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Asia One
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Solusi Feng Shui untuk Mengusir Energi Negatif di Rumah

10 Solusi Feng Shui untuk Mengusir Energi Negatif di Rumah

Housing
5 Benda Dapur yang Harus Diganti Secara Teratur

5 Benda Dapur yang Harus Diganti Secara Teratur

Housing
4 Cara Menyimpan Panci dan Wajan di Dapur agar Tidak Berantakan

4 Cara Menyimpan Panci dan Wajan di Dapur agar Tidak Berantakan

Do it your self
Cara Menajamkan Pisau Blender dengan Cangkang Telur

Cara Menajamkan Pisau Blender dengan Cangkang Telur

Home Appliances
Cara Menanam Timun Suri agar Berbuah Lebat

Cara Menanam Timun Suri agar Berbuah Lebat

Pets & Garden
Bikin Rusak, 8 Bahan Makanan Ini Tidak Boleh Dihaluskan dengan Blender

Bikin Rusak, 8 Bahan Makanan Ini Tidak Boleh Dihaluskan dengan Blender

Home Appliances
Cara Menyimpan Buah dan Sayur di Kulkas agar Tetap Segar

Cara Menyimpan Buah dan Sayur di Kulkas agar Tetap Segar

Home Appliances
Alasan Perlu Mencuci Buah dan Sayur Sebelum Dikonsumsi

Alasan Perlu Mencuci Buah dan Sayur Sebelum Dikonsumsi

Do it your self
7 Ras Anjing yang Cocok Dipelihara Pemula

7 Ras Anjing yang Cocok Dipelihara Pemula

Pets & Garden
Kompor Keramik Vs Kompor Induksi, Mana yang Lebih Baik?

Kompor Keramik Vs Kompor Induksi, Mana yang Lebih Baik?

Home Appliances
Bisakah Panci Induksi Dipakai di Kompor Keramik?

Bisakah Panci Induksi Dipakai di Kompor Keramik?

Home Appliances
Jangan Salah, Ini 5 Perbedaan German Shepherd dan Belgian Shepherd

Jangan Salah, Ini 5 Perbedaan German Shepherd dan Belgian Shepherd

Pets & Garden
Hama yang Menyerang Tanaman Cabai Saat Musim Hujan, Apa Saja?

Hama yang Menyerang Tanaman Cabai Saat Musim Hujan, Apa Saja?

Pets & Garden
5 Hal yang Harus Dihindari Saat Membersihkan Kompor Kaca

5 Hal yang Harus Dihindari Saat Membersihkan Kompor Kaca

Home Appliances
9 Tanaman Hias yang Tidak Beracun untuk Anjing dan Kucing Peliharaan

9 Tanaman Hias yang Tidak Beracun untuk Anjing dan Kucing Peliharaan

Pets & Garden
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+