Kompas.com - 11/09/2021, 14:55 WIB
Sejumlah siswa SMP Negeri 8 Tangerang Selatan mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di dalam kelas, Selasa (7/9/2021). KOMPAS.com/ Tria SutrisnaSejumlah siswa SMP Negeri 8 Tangerang Selatan mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di dalam kelas, Selasa (7/9/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembelajaran tatap muka (PTM) kini mulai dilakukan secara terbatas di beberapa sekolah. Meskipun dilakukan dengan kapasitas dan kegiatan terbatas, PTM bukan berarti bebas dari paparan virus corona.

Ada kekhawatiran PTM terbatas membantu menyebarkan Covid-19, dengan anak-anak membawa virus pulang ke keluarga mereka.

Anak-anak tidak perlu diisolasi jika bersentuhan dengan kasus positif Covid-19. Sebagai gantinya, mereka perlu mendapatkan tes PCR dan mengisolasi diri hanya jika positif virus corona.

Baca juga: Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Pemutih Saat Mencuci Pakaian

Dilansir dari Wales Online, Sabtu (11/9/2021), penelitian yang dilakukan oleh De Montfort University (DMU) di Leicester, Inggris tahun ini melihat bagaimana virus corona menempel pada tiga jenis kain.

Para ilmuwan mengatakan poliester, menimbulkan risiko tertinggi untuk penularan, dengan virus menular masih ada setelah tiga hari yang dapat berpindah ke permukaan lain.

Penelitian yang dipimpin oleh ahli mikrobiologi Katie Laird, virolog Maitreyi Shivkumar, dan peneliti posdoktoral Lucy Owen, melibatkan penambahan tetesan model virus corona yang disebut HCoV-OC43. Virus ini memiliki struktur dan pola kelangsungan hidup yang sangat mirip dengan Sars-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tetesan model virus tersebut menyebabkan kain berbahan poliester, policotton, dan katun 100 persen terpapar virus. Para ilmuwan mengatakan pada katun 100 persen, virus bertahan selama 24 jam, sedangkan pada policotton hanya bertahan selama enam jam.

Baca juga: Trik Mencuci Pakaian Olahraga agar Tetap Awet

Deyan Dimitrov, pakar binatu dan CEO Laundryheap, membagikan sarannya untuk menjaga kebersihan seragam dan peralatan sekolah lainnya selama pandemi.

Deyan mengatakan penting untuk mendisinfeksi pakaian bukan hanya mencucinya. Cara ini berarti membunuh virus dan bakteri daripada hanya memindahkannya dari satu permukaan ke permukaan lainnya.

Untuk mendisinfeksi seragam sekolah, Anda harus mencuci seragam sekolah pada suhu tinggi, sebaiknya 60 derajat celcius.

Kenakan sarung tangan untuk membawa seragam sekolah anak yang akan dicuci, serta gunakan deterjen bubuk, deterjen cair, atau tablet deterjen berbahan dasar pemutih. Panasnya air akan bekerja untuk menonaktifkan bakteri dan virus.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.