Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 04/05/2023, 17:08 WIB
Dian Reinis Kumampung

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat kucing menggelengkan kepala, bisa saja ini terjadi karena adanya masalah pada telingaya.

Kucing tidak memiliki banyak cara untuk menunjukkan bahwa telinganya sedang bermasalah. Menggelengkan kepala adalah salah satu caranya.

Selain itu, kucing juga suka menggaruk telinganya dengan atau tanpa cakar. Sebagian besar kucing yang terkena akan menggunakan kaki belakangnya untuk menggaruk telinganya, terkadang cukup kuat untuk menyebabkan lecet pada telinga dan kulit di sekitarnya.

Ilustrasi kucing Chausie.Shutterstock/Tania__Wild Ilustrasi kucing Chausie.

Berikut adala empat masalah telinga pada kucing dan cara mengobatinya seperti dilansir  Catster.

Baca juga: 4 Fakta Tentang Kucing Bermata Biru

1. Otitis pada kucing

Otitis adalah istilah medis untuk radang telinga. Penyebab umum otitis adalah infeksi bakteri. Infeksi telinga kucing tidak biasa seperti pada anjing, tetapi memang terjadi.

Sebagian besar, infeksi terjadi sebagai akibat dari beberapa keadaan penyakit lain atau faktor predisposisi.

Misalnya, alergi kulit adalah penyebab umum infeksi telinga pada kucing. Dua penyebab umum alergi kulit pada kucing adalah alergi makanan dan atopi (reaksi alergi terhadap alergen yang dihirup seperti serbuk sari).

Alergi ini menyebabkan kulit menjadi meradang, dan itu termasuk kulit di dalam saluran telinga. Setelah kulit telinga menjadi meradang, bakteri (dan kadang-kadang ragi) yang biasanya berada di telinga dapat tumbuh berlebihan, menyebabkan infeksi.

Hal ini bisa menyebabkan bagian dalam telinga bisa menjadi merah, dan cairan berbau busuk bisa berkembang.

Baca juga: Tips Work From Home Bersama Kucing

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com