Kompas.com - 23/06/2021, 18:07 WIB
Ilustrasi akuarium. UNSPLASH/HUY PHANIlustrasi akuarium.

JAKARTA, KOMPAS.com - Air sadah adalah habitat yang disukai beberapa ikan, tetapi itu tidak terlalu bagus untuk kaca akuarium ikan yang bersih dan transparan.

Jika Anda pernah melihat residu putih terbentuk di bagian atas akuarium kaca, hal itu mungkin merupakan hasil penguapan dari air sadah. 

Baca juga: 5 Jenis Tanaman Hias untuk Akuarium yang Berfungsi Menjernihkan Air

Dilansir dari The Spruce Pets, Rabu (23/6/2021), residu yang tertinggal kemungkinan adalah kapur, yakni kalsium karbonat ditambah ion tambahan yang menumpuk di kaca, yang disebut "skala kapur".

Saat air sadah menguap, akan meninggalkan unsur-unsur lebih berat yang menempel pada ke kaca dan meninggalkan residu putih serta bergaris.

Meski residu putih tidak melukai ikan dan merusak akuarium, hal itu dapat membuat akuarium tidak enak dilihat. 

Baca juga: 5 Jenis Ikan Hias Akuarium dengan Perawatan Mudah untuk Pemula

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menghilangkan penumpukan kapur dari kaca

Untuk membersihkan kaca akuarium yang terkena residu putih dan bergaris, hindari menggunakan produk pembersih rumah karena kemungkinan dapat mematikan ikan.

Sebaiknya, gunakan produk yang dapat menghilangkan penumpukan kapur dari kaca akuarium dengan aman. 

Akan tetapi, jika mencari alternatif yang lebih alami dan murah, cobalah memakai cuka putih biasa untuk membersihkannya. Cuka tidak hanya berfungsi sebagai disinfektan alami, tetapi juga melarutkan endapan kapur yang membandel. 

Baca juga: Membilas Pakaian dengan Cuka, Apa Manfaatnya?

Untuk metode pembersihan ini, Anda perlu memindahkan ikan terlebih dulu ke akuarium lainnya. Setelah itu, keringkan akuarium dan singkirkan tanaman atau hiasan.

Kemudian letakkan akuarium di atas handuk dan tuangkan cuka secukupnya pada kaca yang terkena residu putih hingga menutupinya. Biarkan selama 10-20 menit, lalu gosok dengan bantalan atau kain non-abrasif.

Baca juga: Bisakah Ikan Cupang Hidup Bersama Ikan Lain dalam Satu Akuarium?

Jika memiliki sisa kotoran yang membandel, coba gunakan silet atau pengikis ganggang untuk mengikis residu putih secara perlahan dari panel kaca.

Jangan gunakan pisau cukur pada kaca plexiglass atau akuarium akrilik jenis lain karena dapat dengan mudah menggoresnya. Setelah selesai, bilas akuarium secara menyeluruh sebelum mengisi ulang. 

Baca juga: Bisakah Pakai Spons Dapur untuk Filter Akuarium Ikan Hias? 

Karena proses penguapan adalah pendorong utama pembentuk residu ini, periksa air akuarium setiap dua atau tiga hari. Hal ini disebabkan suhu yang lebih hangat di dalam akuarium.

Karena itu, untuk mencegah residu putih kembali, Anda juga dapat mengganti air sadah dengan air suling.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X