Kompas.com - 21/06/2021, 13:21 WIB
Ilustrasi pupuk NPK, pupuk NPK mutiara. SHUTTERSTOCK/SOMPRASONG WITTAYANUPAKORNIlustrasi pupuk NPK, pupuk NPK mutiara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona (COVID-19) yang terjadi di Indonesia sejak Maret 2020 lalu membuat kegiatan menanam berbagai macam tanaman, baik untuk hobi maupun produksi, meningkat. Ini membuat kebutuhan akan pupuk, termasuk pupuk NPK, menjadi meningkat. 

Produsen pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk membidik pangsa pasar (market share) sebesar 10 persen pupuk NPK nonsubsidi pada 2024. Kini, memasuki usia 23 tahun, Saraswanti menguasai pangsa pasar sebesar 6 persen.

"Tahun 2021 ini, ketika kami berusia 23 tahun, market share Saraswanti di pasar pupuk NPK dalam negeri sekitar 6 persen dengan kapasitas produksi 600 ribu ton per tahun," ujar Yahya Taufik, Direktur Utama PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk dalam keterangan tertulis, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Cara Membedakan Pupuk NPK Mutiara 16-16-16 Asli dan Palsu

Dengan pengalaman 23 tahun di industri pupuk NPK, tambah Yahya, Saraswanti dikenal sebagai produsen pupuk berkualitas. Bahkan, sejak 1998 hingga kini, jumlah tenaga kerja yang diserap terus meningkat.

"Sejak lahir pada 1998, kami terus berkembang dan patut disyukuri bisa menyerap 1.200 tenaga kerja," jelasnya.

Strategi Saraswanti dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat ini, urai Yahya, salah di antaranya adalah dengan fokus menggarap pasar eksisting. Selain itu, tetap melakukan pengembangan pasar dengan senantiasa bersikap selektif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Strategi itu ketika diterapkan di tengah pandemi Covid-19 pada 2020, turut membuat kami bertahan di tengah masa sulit, bahkan tetap bertumbuh," tutur Yahya.

Baca juga: Ditabur atau Dikocor, Mana Cara Terbaik Memberikan Pupuk NPK?

Yahya menjelaskan, Saraswanti juga tak pernah diam untuk menambah kapasitas produksi sekalipun dalam kondisi pandemi. Tahun lalu, Saraswanti menambah kapasitas produksi di dua pabrik, yakni Sampit, Kalimantan Tengah dan Medan, Sumatera Utara.

Tahun 2021, ujar dia, perseroan berencana menambah kapasitas produksi di pabrik yang terletak di Mojokerto, Jawa Timur. Penambahan itu akan menggenapi total kemampuan produksi pupuk Saraswanti menjadi sebesar 700.000 ton pada tahun depan.

"Tahun ini, kami menambah satu line produksi di pabrik Jawa Timur sehingga pada kuartal I-2022 kapasitas produksi kami sebesar 700.000 ton per tahun. Saraswanti dalam membuat rencana tidak sebatas perencanaan, tapi selalu mewujudkannya di lapangan," tutur Yahya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.