Kompas.com - 14/05/2021, 08:50 WIB
Ilustrasi seprai. PEXELS/BUENOSIA CAROLIlustrasi seprai.

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain dekorasi dan tata letak, seprai juga menjadi faktor penting dalam memberi kenyamanan saat tidur. Seprai yang bersih akan membuat tidur dan istirahat lebih nyaman serta berkualitas. Sebaliknya, seprai yang kotor dapat membuat tidur terganggu.

Namun, kebersihan seprai ini jarang diperhatikan orang. Dilansir dari Insider, Jumat (14/5/2021), dalam sebuah survei, terungkap bahwa 55 persen pria lajang berusia 18 dan 25 tahun melaporkan hanya empat kali dalam setahun mengganti seprai mereka. 

Baca juga: Ini yang Terjadi jika Seprai Tidak Diganti Seminggu Sekali

Padahal, setiap malam, kita melepaskan sekitar 15 juta sel kulit mati. Bahkan, tak hanya sel kulit, di seprai juga terdapat tungau yang akan memakannya. Semakin lama tidak mencuci seprai, semakin banyak tungau yang berkembang biak. 

Hal ini akan sangat berpengaruh pada orang yang memiliki alergi karena tungau menghasilkan protein yang menyebabkan mata merah, gatal, dan bersin-bersin. 

Baca juga: Benda di Rumah yang Tak Boleh Dicuci Bersamaan, Seprai hingga Serbet

Selain itu, malas mencuci seprai juga dapat menyebabkan pertumbuhan jamur. Sebuah studi menemukan bahwa setidaknya terdapat 16 spesies jamur yang berbeda dan jutaan spora jamur pada seprai yang jarang dicuci atau diganti. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jenis jamur yang paling umum adalah aspergillus fumigatus yang berisiko mengancam kesehatan. Selain menghasilkan reaksi alergi, jamur ini dapat menginfeksi paru-paru dan organ tubuh lainnya. 

Baca juga: 4 Kesalahan Mencuci Seprai dengan Mesin Cuci

Lebih Banyak dari Bakteri di Toilet

Penelitian lain juga mengungkapkan bahwa seprai yang tidak dicuci mengandung banyak bakteri. Bahkan, jumlahnya ribuan kali lebih banyak daripada bakteri yang terdapat di dudukan toilet.

Salah satunya, bakteri staphylococcus aureus, yang dalam beberapa kasus langka bisa menyebabkan kematian. 

Baca juga: Cara Menghilangkan Noda Darah dari Seprai

Tak hanya itu, seprai yang tidak dicuci atau kotor juga dapat menyebabkan permasalahan kulit seperti jerawat dan kulit iritasi. Hal ini tak lain karena minyak alami tubuh, losion, serta penggunaan makeup dan skincare yang menempel di seprai seiring waktu.

Kotoran ini kemudian berpindah atau menempel ke kulit wajah dan tubuh dan menyumbat pori-pori, yang akhirnya menyebabkan jerawat dan permasalahan kulit lainnya. 

Baca juga: Simak, Trik Melembutkan Seprai

Karena itu, dianjurkan mencuci seprai sekali dalam seminggu menggunakan air panas guna membunuh banyak bakteri, tungau, menghilangkan noda, juga menghilangkan minyak. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X