Kompas.com - 28/04/2021, 16:16 WIB
Ilustrasi Merapikan Tempat Tidur Unsplash/Francesca TosoliniIlustrasi Merapikan Tempat Tidur

JAKARTA, KOMPAS.com - Tempat tidur menjadi salah satu area di rumah yang kerap berantakan meski telah dirapikan berkali-kali. Mendapati kondisi tempat tidur yang tidak tertata rapi memang bikin dongkol.

Entah itu, seprai dan sarung bantal yang terlepas, bantal yang berceceran, atau benda-benda yang berserakan di kasur, yang seharusnya bukan berada di tempat tidur. Padahal, kasur sebagai tempat tidur harus memberikan kenyamanan selain bersih dan rapi. 

Baca juga: Jangan Malas, Ini Segudang Manfaat Merapikan Tempat Tidur di Pagi Hari

Apalagi, kondisi tempat tidur atau kamar tidur sangat berpengaruh terhadap kualitas tidur dan kesehatan. Tempat tidur yang berantakan tentu membuat tidur menjadi terganggu, tak nyaman, serta tidak berkualitas. Begitu pun dapat menjadi sarang bakteri dan kuman berkumpul.

Selain itu, kerapian tempat tidur juga menjadi cerminan suasana hati serta menunjukkan kepribadiaan diri. Umumnya, mereka yang suasana hatinya tengah gelisah akan malas merapikan tidur. Begitu juga mereka yang berkepribadian urakan dan jorok akan malas membereskan tempat tidur. 

Baca juga: Mana yang Lebih Berkualitas, Tidur di Tempat Tidur Kecil atau Besar?

Merapikan tempat tidur tak cukup dengan trik saja, tapi juga punya seninya sendiri. Nah, berikut ini seni merapikan tempat tidur menurut para desainer interior dan ahli tempat tidur seperti dilansir dari laman The New York Times

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mulailah dari Seprai

Seprai adalah bagian utama tempat tidur. Mungkin Anda tidak merasa bahwa seprai punya pengaruh besar pada tempat tidur. Namun, kenyataannya seprai memiliki efek kenyamanan yang besar karena bersentuhan langsung dengan kulit ketika kita berbaring di kasur. Ada banyak pilihan seprai di pasaran dari yang berkualitas tinggi, sedang, sampai rendah. 

Baca juga: Seberapa Sering Sebaiknya Seprai Dicuci?

Anki Spets, pendiri perusahaan tempat tidur Area, mengatakan seprai kualitas tinggi cenderung memiliki bahan yang dapat bernapas dengan baik dan menyerap kelembapan sehingga terasa sejuk.

“Sedangkan seprai dengan kualitas rendah mungkin memiliki bahan yang lebih tebal dan lebih hangat, bahkan terasa kasar di kulit,” kata Spets.

Seprai berkualitas tinggi paling sering menggunakan material katun seperti perkale, satin, atau linen. Seprai katun perkale merupakan tenunan polos dengan tampilan dan nuansa yang relatif matte. “Ini adalah bahan yang sangat bernapas, agak kering, dan sejuk saat disentuh.” 

Baca juga: Simak, Trik Melembutkan Seprai

Spets mengatakan perkale terasa lebih sejuk daripada satin. Bahan perkale populer dengan orang-orang yang sering merasa kepanasan di balik selimut. Sementara seprai satin ditenun untuk memberikan kesan sutera dan mewah.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X