Kompas.com - 20/04/2021, 07:26 WIB
Ilustrasi kucing Siamese. UNSPLASH/LISA ALGRAIlustrasi kucing Siamese.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kucing peliharaan juga bisa memiliki ketombe atau dalam dunia medis disebut dermatitis seboroik. Mengapa ini bisa terjadi, berbahayakah untuk kucing?

Dilansir dari Catster, Selasa (20/4/2021), ketombe kucing adalah hal biasa. Ini paling sering ditemukan pada beberapa bagian tubuh kucing seperti di bagian belakang, lebih dekat ke ekor daripada ke kepala. Ketombe kucing ini mungkin saja disertai dengan rambut yang berminyak.

Sering kali, ketombe, meski parah, tidak menjadi pertanda suatu penyakit.

 

Baca juga: Benarkah Kucing Mengetahui Jika Pemiliknya Sedang Marah dan Senang?

Namun, beberapa parasit kulit (terutama yang disebut Demodex) dan infeksi jamur (seperti kurap) dapat menyebabkan ketombe kucing.

Begitu juga gangguan kelenjar seperti hipertiroidisme, alergi terhadap kutu atau makanan, dan bahkan masalah yang parah seperti limfoma. Beberapa kucing tampaknya merespons masalah dermatologis (seperti paparan bahan iritan kimiawi) dengan menghasilkan ketombe.

Apa yang harus dilakukan terhadap ketombe kucing?

Yang pasti, bawalah Si Meong ke dokter hewan. Dokter akan membawa kucing untuk melakukan tes yang sesuai untuk mengetahui ada tidaknya masalah yang lebih serius.

Jika tidak ada masalah kesehatan lain, dapat dikatakan bahwa kucing memiliki kasus ketombe kucing kuno. Itu berarti dua hal. Pertama, masalahnya akan sulit dipecahkan. Kedua, masalah bukanlah masalah besar dan tidak perlu diselesaikan.

Baca juga: Senang Berjemur, Apakah Kucing Berkeringat?

Ketombe kucing, menurut pengalaman beberape pemilik, terkenal sulit diobati. Beberapa dokter hewan menyarankan untuk memberikan suplemen makanan seperti asam lemak omega-3 pada kucing.

Yang lain merekomendasikan sampo khusus atau terapi tepat. Beberapa pemilik melaporkan keberhasilan setelah mengubah pola makan kucingnya.

Namun, kebanyakan orang yang memiliki kucing berketombe akhirnya merasa frustrasi karena kasus ketombe yang tak kunjung sembuh meski sudah melakukan beragam cara.

Karena ketombe tidak mengganggu kucing, disarankan agar pemilik tidak perlu merasakan cemas yang berlebihan. Meski begitu, tak ada salahnya mencoba memberikan sampo khusus dan mencoba mengubah pola makannya dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter hewan.



Sumber Catster
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X