Kompas.com - 15/04/2021, 13:25 WIB
Ilustrasi bunga mawar oranye. PIXABAY/REINBACHERIlustrasi bunga mawar oranye.

JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa yang tak menyukai bunga mawar? Memiliki warna yang cantik serta aroma yang memikat menjadikan bunga ini salah satu favorit para pencintanya.

Sebagian besar mawar adalah tanaman yang cukup tangguh yang akan tumbuh dan mekar tanpa menuntut banyak perhatian.

Akan tetapi, untuk menikmati bunga mawar mekar dan pertumbuhannya sehat, mawar memang membutuhkan lebih banyak pupuk daripada kebanyakan semak berbunga.

Baca juga: Simak, 7 Tips Membuat Mawar Berbunga Lebat

Dilansir dari Better Homes & Gardens, Kamis (15/4/2021), untungnya, mudah untuk memberikan nutrisi yang mereka butuhkan, dan Anda dapat melakukannya secara organik atau dengan produk pupuk sintetis.

Kuncinya ketika memberi pupuk pada mawar adalah pilih pupuk yang memiliki keseimbangan nutrisi yang tepat dan melakukannya secara teratur.

Saat Anda memberi mereka pupuk dengan jadwal yang konsisten, mereka mekar dengan indah.

Tiga komponen nutrisi

Seperti semua tanaman, mawar membutuhkan tiga nutrisi utama, yakni Nitrogen ("N" pada label pupuk), fosfor (P) dan kalium (K) atau akrab dengan istilah NPK, ditambah sejumlah elemen sekunder dan trace element. Trace element (boron, klorin, tembaga, dan besi) mendorong pertumbuhan sel dan akar tanaman.

 

Baca juga: Mengapa Daun Bunga Mawar Mengalami Kerontokan? Ini Penyebabnya

Sebagian besar tanah kebun menyediakan sebagian dari nutrisi ini, tetapi saat tanaman tumbuh dan menggunakannya, mereka akan habis.

Di situlah Anda harus menambahkan nutrisi kembali ke tanah membantu mawar bertumbuh dengan lebih baik.

Nutrisi primer tersedia dari bahan organik (berasal dari tumbuhan atau hewan) dan bahan sintetis atau anorganik. Pupuk tersedia dalam bentuk semprotan kering, cair, atau daun.

Beli produk berlabel mawar dan baca petunjuk jumlah dan frekuensi pemakaiannya dengan cermat.

Namun, yang harus diperhatikan dalam pemberian pupuk adalah hindari memberikan secara berlebihan, karena pemupukan yang berlebihan dapat merusak tanaman atau membuatnya mudah terserang penyakit dan serangan serangga.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X