Kompas.com - 15/04/2021, 08:04 WIB
Ilustrasi kucing dan air. PIXABAY/RIHAIJIlustrasi kucing dan air.

 

Tidak seperti penyebab lingkungan, kehilangan air patologis cenderung lebih berkelanjutan. Penyebab paling umum dari kehilangan air yang berlebihan adalah:

Penyakit ginjal: di mana ginjal tidak dapat mengatur keseimbangan cairan dengan baik. Mereka gagal menyerap kembali air sehingga air yang berlebihan dibuang.

Diabetes mellitus: yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah. Saat glukosa ini meluap ke dalam urin, ia membawa serta volume air yang besar.

Penyakit hormonal atau endokrin: seperti diabetes insipidus primer (sentral) dibetes atau ginjal (nefrogenik). Keduanya memengaruhi kemampuan ginjal untuk menyerap kembali air.

Dalam dua kondisi ini, ginjal tidak distimulasi oleh atau tidak dapat merespons hormon antidiuretik (ADH) sehingga cairan tidak dapat diserap kembali dari ginjal.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X