Kompas.com - 03/04/2021, 08:47 WIB
Ilustrasi tanaman kuping gajah. SHUTTERSTOCK/FIRNIlustrasi tanaman kuping gajah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anthurium crystallinum atau yang lebih dikenal dengan tanaman kuping gajah menjadi salah satu tanaman favorit yang diletakkan di dalam maupun luar ruangan.

Bentuknya yang lebar dengan serat putih menjadikan tanaman ini digemari oleh para pencintanya. Meskipun bisa dirawat dan hidup di dalam pot, tanaman ini dapat tumbuh hingga 20-40 cm.

Namun, seperti yang dilansir Home Guides SF Gate, Sabtu (3/4/2021), selain penyiraman dan paparan sinar matahari, pertumbuhan kuping gajah akan berpengaruh dengan hama yang menyerangnya. Untuk mengatasinya, Anda harus mengetahui hama apa saja yang menyerang kuping gajah tersebut.

Baca juga: Kuping Gajah Harus di Bawah Sinar Matahari atau di Tempat Teduh?

Mengidentifikasi kutu daun

Salah satu hama yang menyerang tanaman kuping gajah adalah kutu daun. Kutu daun memiliki ukuran kecil dan memiliki tubuh lembut dengan warna kuning, coklat, merah, hitam, dan hijau.

Mereka memiliki kaki yang panjang, antena dan bagian mulut yang menusuk. Sementara, kutu daun dewasa umumnya tidak bersayap.

Biasanya Anda akan melihatnya berkelompok di daun dan batang. Tidak seperti serangga lain yang berkumpul di daun, kutu daun tidak bergerak cepat saat diganggu.

Kutu daun dewasa memiliki warna yang bervariasi dan seringkali lebih gelap dari nimfa. Jika kutu daun berwarna hijau, mereka lebih sulit ditemukan pada daun dan batang kuping gajah.

Baca juga: Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Kuping Gajah, Apa Saja?

Kerusakan

Kutu daun hijau menyedot jus atau nutrisi dari tanaman, dan mengeluarkan melon atau cairan manis. Ketika populasi kutu besar, daun menjadi berubah warna dan sering layu, dan pertumbuhannya terhambat.

Kutu daun sering berkumpul berkelompok di bagian bawah daun kuping gajah. Karena kutu daun mengeluarkan melon, infestasi meningkatkan risiko jamur jelaga dan infestasi semut.

Virus mosaik

Selain itu, kutu daun sering menyebarkan penyakit tanaman, termasuk virus mosaik dasheen. Tanda-tanda virus termasuk daun kuning yang menyimpang dengan pola mosaik berbulu.

Virus juga dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Namun, kabar baiknya kuping gajah umumnya tidak mati karena penyakit dan pengendaliannya terdiri dari sanitasi yang baik.

Mengontrol kutu daun yang menyebarkan penyakit dapat membantu melindungi kuping gajah dari virus.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X