Kompas.com - 24/03/2021, 10:44 WIB
Ilustrasi deterjen cair shutterstockIlustrasi deterjen cair

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika membeli deterjen untuk mencuci pakaian, sebagian besar dari kita akan mempertimbangkan harga dan wanginya, tetapi tidak semua orang memerhatikan komposisinya.

Padahal, penting untuk memerhatikan komposisi dan bahan aktif yang terkandung dalam deterjen, karena produk pembersih ini sangat dekat dengan kita. Selain itu, penting juga memerhatikan dampak produk tersebut terhadap lingkungan.

Dikutip dari Martha Stewart, Rabu (24/3/2021), berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih deterjen.

Baca juga: Simak, Cara Memilih Deterjen yang Tepat untuk Mencuci Pakaian

1. Surfaktan dan enzim

Menurut Jennifer Ahoni, manajer komunikasi ilmiah di P&G Fabric Care, sedikitnya 30 persen kotoran di cucian Anda terlihat alias kasat mata.

Meskipun Anda mungkin dapat melihat hal-hal seperti noda makanan, kotoran, dan noda lainnya, 70 persen partikulat yang mengkhawatirkan yang sebenarnya perlu dibersihkan tidak terlihat dengan mata telanjang.

Nah, jika deterjen cucian Anda tidak sesuai dengan fungsinya, mungkin deterjen tidak dapat menghilangkan hal-hal seperti keringat atau minyak tubuh. Seiring waktu, bahan tersebut dapat menumpuk dan menyebabkan bau, kotoran, dan kusam pada kain.

"Untuk mencapai hasil dengan kualitas tinggi dan lebih bersih, pilih produk deterjen yang mengandung banyak surfaktan (nonionik dan anionik) serta enzim," ujar Ahoni.

Baca juga: Alasan Tak Boleh Pakai Terlalu Banyak Deterjen Saat Mencuci Pakaian

Contoh enzim tertentu termasuk protease (juga dikenal sebagai subtilisin), amilase, mannanase, dan pectate lyase. Bahan-bahan ini akan membuat Anda merasa yakin tentang kebersihan pakaian Anda setelah dicuci.

2. Sensitivitas kulit

Jika Anda atau seseorang di rumah Anda menderita kulit sensitif, rutinitas mencuci pakaian Anda mungkin memerlukan pertimbangan ekstra.

"Orang dengan kulit sensitif harus sangat berhati-hati terhadap pakaian dan barang-barang lainnya, seperti seprai dan handuk, yang sering bersentuhan dengan mereka," terang Ahoni.

Bagi banyak orang, itu termasuk menggunakan deterjen yang bebas dari pewarna dan parfum.

"Biasanya, jika Anda memiliki kulit yang rawan eksim, sensitif, atau reaktif secara umum, Anda harus mencari deterjen yang bekerja pada spektrum bebas dan bening. Ini biasanya bebas dari pewarna, sulfat, dan wewangian," ujar Lindsey Boyd, salah satu pendiri The Laundress.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X