Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - Diperbarui 11/06/2023, 21:13 WIB
Dian Reinis Kumampung,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

Sumber Bobvila

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagai pemilik, kita tentu ingin melihat tanaman yang kita tanam tumbuh subur dan sehat. Untuk mendapatkan hal itu, kita harus meluangkan waktu waktu, tenaga, kesabaran, dan rajin mencari pengetahuan baru seputar tanamannya.

Kita harus tahu, makanan atau pupuk apa yang tepat untuk tanaman yang kamu tanam. Karena, pemupukan yang tepat akan membuat tumbuhan berkembang dengan baik, tahan hama, dan tahan penyakit.

Di sisi lain, nutrisi tanaman yang buruk dapat menyebabkan stres yang menyebabkan sejumlah masalah pada tanaman. Karena, nutrisi merupakan elemen penting dalam kesehatan tanaman.

Baca juga: Gunakan Kedua Pupuk Ini untuk Membuat Cabai Berbuah Lebat

Ilustrasi pupuk bersubsidiSHUTTERSTOCK/SINGKHAM Ilustrasi pupuk bersubsidi

Namun, beberapa kesalahan bisa saja dilakukan saat memberikan pupuk pada tanaman. Fatalnya, kesalahan ini bisa memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Berikut adalah tujuh kesalahan dalam pemupukan yang sebaiknya tidak dilakukan, seperti dilansir Bob Vila. 

1. Pemupukan berlebih

Terlalu banyak memberikan pupuk pada tanaman, justru bisa berbahaya dan menyebabkan kematian pada tanaman.

Dalam kasus pembuahan berlebihan yang ringan, tanaman menunjukkan pertumbuhan hijau yang berlebihan.

 Baca juga: Pupuk yang Paling Ampuh untuk Aglonema agar Cepat Beranak dan Subur

Mungkin terlihat bagus pada awalnya, tetapi semua pertumbuhan lunak ini rentan terhadap serangan serangga pemakan getah seperti kutu daun, tungau laba-laba, dan lainnya.

Dalam situasi yang lebih parah, tanaman mungkin menunjukkan daun berwarna kuning dan layu dengan tepian berwarna coklat. Ini disebut pembakaran pupuk, dan bisa mematikan.

Halaman:
Sumber Bobvila


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com