Kompas.com - 18/03/2021, 10:37 WIB
Ilustrasi mencuci pakaian SHUTTERSTOCK/PIXEL-SHOTIlustrasi mencuci pakaian

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu permasalahan umum saat mencuci pakaian adalah munculnya noda putih pada pakaian yang baru dicuci. Noda ini bisa berupa bercak atau seperti "pulau" yang terlihat pada pakaian kering yang baru saja dicuci.

Noda ini kerap terlihat pada pakaian berwarna gelap. Noda berwarna biru atau hijau juga seringkali tampak pada pakaian berwarna cerah.

Dilansir dari The Spruce, Kamis (18/3/2021), berikut ini beberapa penyebab munculnya noda putih pada pakaian yang baru dicuci dan solusinya.

Baca juga: Alasan Tak Boleh Pakai Terlalu Banyak Deterjen Saat Mencuci Pakaian

Apa yang menyebabkan munculnya noda itu?

Noda atau residu yang tertinggal pada pakaian yang baru dicuci seringkali menyebalkan dan memakan waktu, karena kita harus mencuci ulang pakaian tersebut.

Ada setidaknya 7 penyebab munculnya noda putih pada pakaian yang baru dicuci.

Ilustrasi deterjen bubuk dan cairSHUTTERSTOCK Ilustrasi deterjen bubuk dan cair

1. Deterjen tidak larut

Apabila Anda menggunakan deterjen bubuk, kemungkinan deterjen tersebut tidak larut dengan baik. Selalu tuang deterjen bubuk ke mesin cuci terlebih dahulu sebelum memasukkan pakaian, sehingga deterjen bisa larut dengan baik.

Jika Anda mencuci pakaian dengan air dingin atau di daerah dingin, deterjen bubuk kemungkinan tidak bisa larut sepenuhnya. Untuk hasil terbaik, larutkan dulu deterjen di dalam wadah atau gelas air panas sebelum memasukkannya ke mesin cuci atau ganti ke deterjen cair.

Baca juga: Cara Menghilangkan Noda Kunyit pada Pakaian dan Kain

Hal yang sama berlaku pula untuk deterjen cair. Bila Anda melihat ada semacam gelombang warna biru pada pakaian yang sudah dicuci, ini tandanya Anda menuangkan deterjen pada waktu yang salah.

Jangan pernah menuangkan deterjen langsung pada pakaian kering yang akan dicuci. Tuangkan deterjen ke mesin cuci sebelum memasukkan pakaian ke dalamnya.

2. Terlalu banyak deterjen

Menggunakan terlalu banyak deterjen dapat meninggalkan residu pada pakaian. Ini khususnya terjadi pada mesin cuci efisiensi tinggi atau HE.

Sebab, mesin cuci ini menggunakan lebih sedikit air ketimbang mesin cuci standar selama siklus pencucian dan pembilasan. Menggunakan lebih dari dua sendok teh saja deterjen akan meninggalkan residu pada pakaian.

3. Terlalu banyak softener atau pelembut

Jangan pernah menuangkan softener atau pelembut langsung pada pakaian basah. Selain itu, selalu gunakan takaran terkecil yang direkomendasikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber The Spruce
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X