Kompas.com - 08/03/2021, 18:20 WIB
Ilustrasi kutu. PIXABAY/CLAUDIA WOLLESENIlustrasi kutu.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kutu merupakan hama yang sangat mengganggu. Hewan kecil ini bisa hidup di hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, serta pada manusia.

Dilansir dari Pest World, Senin (8/3/2021), jenis kutu yang menyerang hewan dan manusia memang berbeda. Di seluruh dunia ada 2000 spesies kutu.

Kutu kucing, Ctenocephalides felis atau pinjal kucing, adalah kutu yang paling umum ditemukan. Jenis kutu lainnya termasuk kutu anjing, kutu manusia, dan kutu tikus.

Baca juga: Cara Membasmi Kutu Putih pada Tanaman, Semprotkan Sabun Cair

Ada baiknya kamu tahu bagaimana bentuk dan tempat seperti apa yang paling disukai oleh mereka, agar kamu bisa mengatasi dan mencegahnya menyerang hewan peliharaan, atau dirimu sendiri.

Seperti apa rupa kutu?

Kutu adalah serangga kecil, tidak bersayap, pipih dengan tiga pasang kaki. Kutu dewasa memiliki panjang sekitar 1 hingga 3 mm.

Kutu kebanyakan berwarna coklat kemerahan gelap dan memiliki mulut seperti capit kecil yang berfungsi untuk menggigit.

Mereka bisa sangat sulit dilihat karena pergerakannya yang sangat cepat di sepanjang tubuh hewan. Sisir kutu dan membasahi bulu hewan dapat membantu menangkapnya untuk pemeriksaan visual.

Baca juga: Mengapa Kutu Busuk Ada di Dalam Rumah? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apa yang dimakan kutu?

Kutu memakan makhluk berdarah panas, termasuk manusia. Namun, mereka lebih suka menyantap hewan berbulu seperti anjing, kucing, kelinci, tikus, tikus, oposum, rakun, dan sigung.

Di mana kutu hidup?

Begitu seekor kutu menetas dan menjadi dewasa, ia menggunakan kakinya yang kuat untuk melompat ke inang, di mana ia kemungkinan besar akan tetap ada setiap saat. Saat menempel, kutu akan memberi makan, kawin dan bertelur. Telur sering jatuh dari inang ke halaman, alas tidur, karpet atau selimut.

Apakah kutu berbahaya?

Kutu tidak hanya menyebabkan rasa tidak nyaman saat menggigit, tetapi juga merupakan vektor penyakit pes. Meskipun ada beberapa kasus yang dilaporkan saat ini, penyakit langka ini melenyapkan sepertiga populasi di Eropa pada abad ke-14.

Selain itu, mereka dapat menyebarkan penyakit bakteri murine typhus, yang ditularkan ke manusia melalui tikus yang terinfeksi.

Halaman:


Sumber Pest World
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X