Kompas.com - 08/03/2021, 17:04 WIB
Ilustrasi furnitur kayu. SHUTTERSTOCK/PHOTOGRAPHEE.EUIlustrasi furnitur kayu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari berbagai material yang umum untuk dijadikan lapisan sebuah furnitur, HPL alias High Pressure Laminate adalah salah satu material yang cukup marak dipergunakan.

Dalam dunia desain interior, HPL adalah bahan pelapis yang digunakan lapisan teratas atau finishing pada furnitur berbahan kayu, sehingga menampilkan tampilan yang halus namun bertekstur.

HPL sendiri terdiri dari beberapa lapisan yang dikompresi (dilaminasi) di bawah tekanan sangat tinggi, sehingga menciptakan lembaran penahan bentuk (HPL) yang sangat padat, keras dan bertesktur.

Baca juga: Ingin Memilih Furnitur Luar Ruangan? Perhatikan Hal Ini

"HPL itu sebuah material yang belakangnya kayu, biasanya ditempelkan menggunakan lem kuning ke mdf (medium density fiberboard), dan jadilah sebuah furnitur. Di rumah siapapun pasti pernah ketemu dengan HPL," jelas Gunadi Saputra, Corporate Public Relation Taco, kepada Kompas.com, Senin (8/3/2021).

Gunadi mengatakan bahwa HPL sering digunakan pada furnitur seperti kitchen set (perangkat dapur), nakas (meja samping tempat tidur), wall panel (panel dinding) di belakang kasur, kabinet, lemari baju, dan hampir semua furnitur kayu menggunakan HPL.

Lembaran HPL terdiri dari serat kayu atau inti kertas dan 2 lapisan atas. Inti lembaran terdiri dari beberapa lapis serat kayu dan kertas yang direndam dengan resin fenolik.

Selama produksi, lapisan ini dikompresi di bawah tekanan tinggi dan suhu tinggi. Resin yang digunakan disebut termoset, ini berarti resin menjadi keras di bawah pengaruh panas.

Baca juga: Hadirkan Konsep Minimalis di Rumah dengan Furnitur ala Jepang

Dengan mengompresi, lapisan dipadatkan dan membuat lembaran yang sangat padat dan keras. Lapisan atas sangat keras dan padat sehingga sinar matahari dan kelembapan tidak dapat menembus ke dalam lembaran.

Penggunaan HPL dianggap lebih diminati dan tidak terlalu merepotkan, karena bahannya langsung ditempelkan ke permukaan kayu.

Oleh karena itu, keberadaan HPL dianggap mulai menggeser cat semprot duco atau melamik sebagai finishing sebuah furnitur, dan relatif lebih disukai dan banyak digunakan oleh perusahaan interior.

Kamu perlu tahu bahwa HPL adalah material finishing yang cukup banyak keunggulan, seperti tahan gores dan kuat, resistensi infiltrasi, higienis, sangat tahan terhadap noda dan panas, anti statis, lebih sehat dan mudah dibersihkan serta dipelihara.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X