Kompas.com - 03/03/2021, 17:27 WIB
Ilustrasi kamar tidur minimalis. SHUTTERSTOCK/PHPTOGRAPHEE.EUIlustrasi kamar tidur minimalis.

JAKARTA, KOMPAS.com — Jika kamu berencana untuk mendesain ulang ruangan dengan menghadirkan nuansa Jepang dalam ruangan, kamu bisa memulainya dengan furnitur.

Karena, model dan desain furnitur ala Jepang kerap menawarkan konsep minimalis yang tidak memakan banyak tempat, sehingga akan memberikan nuansa luas pada ruangan.

Salah satu furnitur bergaya Jepang yang bisa menjadi pilihan adalah Ganko Oyaji, toko furnitur yang baru saja hadir di Indonesia.

Baca juga: 10 Cara Menambahkan Gaya Jepang ke Desain Interior Rumah

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (3/3/2021), furnitur yang dihadirkan tak hanya akan menghadirkan nuansa Jepang yang minimalis saja. Namun, Ganko Oyaji juga menjanjikan furnitur yang berkualitas dengan bahan baku khusus dan cara pembuatan yang sangat di kerjakan oleh tenaga profesional.

Ganko Oyaji didirikan pada tahun 1971 oleh Yasuhiro Ohara. Perusahaan ini berawal dari usaha keluarga di kota Mito dan Tsukuba, Perfektur Ibaraki, Jepang. Nama

Ganko Oyaji berarti kakek yang keras kepala, mengacu pada misi dari brand itu sendiri yang menggunakan bahan baku dari kayu tua berusia ratusan tahun dan dikerjakan dengan tangan.

Yasuhiro Ohara, pendiri perusahaan ini mengatakan bahwa, sambutan masyarakat di negara tetangga, Singapura, membuat pihaknya percaya bahwa di Indonesia, Ganko Oyaji juga akan diterima dengan baik.

Baca juga: 7 Tips Dekorasi Kamar Tidur Minimalis Bergaya Jepang

“Produk Ganko Oyaji mengutamakan ketrampilan tradisional dalam mengolah kayu yang terbilang langka. Misi saya adalah melindungi warisan pengerjaan kayu dan membuat furniture berkualitas tinggi dan bertahan selama beberapa generasi,” ujar Ohara.

“Saya juga memperkenalkan keindahan kerajinan buatan tangan dari Jepang kepada masyarakat Indonesia,” imbuhnya,

Sementara material kayu yang dipilih untuk furnitur ini juga merupakan kayu solid pilihan seperti kayu walnut, kayu nara, kayu oak, dan kamper dari Jepang dan Amerika.

Pengerjaannya pun dilakukan dengan pengolahan tradisional mulai dari teknik sambungan tanpa paku hingga mempertahankan keaslian kayu dengan hanya dilapisi pernis cat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X