Kompas.com - 03/03/2021, 15:59 WIB
Ilustrasi membakar sampah daun. PIXABAY/BRIANSTEPHENS00Ilustrasi membakar sampah daun.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam proses kehidupan tanaman, daun-daun yang berguguran dari pohon maupun tumbuhan yang ada di sekitaran rumahmu, merupakan hal yang lumrah terjadi.

Daun yang berguguran dan berserakan ke segala penjuru permukaan tanah tentu memberikan kekacauan, sehingga perlu disingkirkan.

Sayangnya, tidak sedikit orang malah memilih membakar daun-daun yang berguguran, cara ini dipandang lebih efektif untuk memusnahkannya.

Baca juga: Jangan Membakar Sampah Daun yang Berguguran, Ini Sebabnya

Namun, perlu kamu ketahui bahwa membakar daun-daun yang berserakan di tanah merupakan hal yang buruk dan tidak pernah disarankan.

Dilansir dari beberapa sumber, Rabu (3/3/2021), pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai hal buruk yang terjadi saat membakar daun tanaman dan ada hal yang harus kamu pikirkan sebelum melakukannya.

Membakar daun membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia

Jika kamu adalah seorang penghuni rumah yang peduli lingkungan dan kesehatan, makan ketahuilah bahwa daun yang terbakar melepaskan hidrokarbon, nitrogen oksida, dan karbon monoksida ke udara.

Ketiga senyawa merepotkan tersebut menciptakan tambahan ozon di permukaan tanah dan di atas permukaan bumi.

Baca juga: Menurut Feng Shui, Ini Tempat Terbaik Meletakkan Tempat Sampah di Rumah

Gas beracun tersebut dapat merusak ekosistem sensitif dan berdampak negatif pada tanaman dan satwa liar di dalamnya.

Asap yang dilepaskan oleh daun selama pembakaran juga dapat mengiritasi mata, hidung, dan tenggorokanmu.

Partikel kecil yang terkandung dalam asap dari daun yang terbakar dapat menumpuk di paru-paru dan tinggal di sana selama bertahun-tahun.

Partikel-partikel ini dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, serta mengurangi jumlah udara yang mencapai paru-paru.

Bagi mereka yang sudah menderita asma dan gangguan pernapasan lainnya, daun terbakar bisa sangat berbahaya.

 

Lalu, jika seseorang terpapar karbon monoksida yang dikeluarkan oleh daun terbakar serta sisa bara api, itu dapat mengurangi jumlah oksigen dalam darah dan paru-paru.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan batuk, mengi, dan kondisi pernapasan lainnya yang terkadang bertahan dalam jangka waktu panjang.

Mengutip laman Purdue, karbon monoksida adalah gas tak terlihat yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna, seperti pada tumpukan daun yang membara.

Setelah seseorang menghirup gas karbon monoksida, ia diserap ke dalam darah, di mana ia mengurangi jumlah oksigen yang dapat dibawa oleh sel darah merah.

Baca juga: Metode Terbaik untuk Meminimalisir dan Mengelola Sampah Rumah Tangga

Anak-anak, manula, perokok dan orang yang menderita paru-paru kronis dan penyakit jantung lebih rentan terhadap efek karbon monoksida dibandingkan orang dewasa yang sehat.

Membakar daun bisa menyebabkan bahaya kebakaran

Sebagian daun yang terbakar secara bertumpuk berpotensi terjebak dalam embusan angin dan beterbangan pergi, membawa bara yang membara bersamanya.

Jika kamu tinggal di daerah yang sangat kering, yang diperlukan hanyalah satu percikan kecil untuk menyalakan api yang bisa berubah menjadi bencana.

Daun yang terbakar bukan hanya risiko kebakaran bagimu, tetapi juga berbahaya bagi seluruh tetanggamu.

Baca juga: Hilangkan Bau Tempat Sampah dengan Bahan-bahan Ini

Apa alternatif selain membakar untuk menyingkirkan daun yang berserakan?

Kamu bisa membuat kompos dari daun-daun yang berguguran. Daun yang mengering akan rusak perlahan seiring waktu, tetapi kamu dapat mempercepat prosesnya dengan mencampurkan daun dengan bahan tanaman hijau, seperti potongan rumput, sisa-sisa taman dan sebagainya.

Atau kamu bisa menambahkan sumber nitrogen, seperti kotoran ternak atau pupuk komersial.

Daun-daun yang berserakan juga bisa digunakan sebagai mulsa di sekitar taman dan tanaman lanskap. Mulsa memberikan banyak manfaat, termasuk pembasmi gulma, konservasi kelembapan dan suhu tanah yang moderat.

Namun, jika membakar daun tanaman adalah pilihan satu-satunya, maka bakar di tong yang tahan api besar atau tong bakar.

Bakar daun-daun yang berguguran di dalam tong, lalu tutup tong untuk meminimalkan asap dan risiko kesehatan yang terkait.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X