Kompas.com - 30/12/2020, 16:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada tahun 2021 mendatang, industri perumahan dan properti diharapkan dapat pulih dan tumbuh kembali.

Menurut Marine Novita, Country Manager Rumah.com, memasuki tahun 2021, ada beberapa hal yang dapat diharapkan dari sektor properti. Antara lain, laju penambahan suplai properti diperkirakan masih akan membanjiri pasar.

"Hal ini kemungkinan diikuti dengan pulihnya daya beli seiring membaiknya perekonomian dan wabah yang mulai terkendali," jelas Marine dalam keterangan tertulis, Rabu (30/12/2020).

Baca juga: Sekarang Paling Tepat Membeli Rumah? Ini Penjelasannya

Marine mengungkapkan, salah satu faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan industri perumahan adalah suku bunga. Ia berharap agar laju penurunan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) diikuti pula oleh suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR).

Berdasarkan data hingga Agustus 2020, rata-rata suku bunga KPR dan KPA sejak Januari 2019 adalah 8,75 persen, sementara rata-rata suku bunga BI7DRR berada di angka 5,15 persen. Adapun pergerakan suku bunga KPR dan KPA juga belum sedinamis BI7DRR.

Saat suku bunga BI7DRR sudah mengalami penurunan sebesar 25 persen pada September 2020 dibandingkan awal tahun 2020, suku bunga KPR dan KPA hanya turun sekitar 5,3 persen pada periode yang sama.

“Berdasarkan data Rumah.com Consumer Sentiment Survey 2020, sebanyak 73 persen responden menyebutkan suku bunga sebagai pertimbangan utama dalam membeli properti. Suku bunga KPR yang lebih rendah akan membuat konsumen lebih percaya diri mengambil keputusan membeli properti,” ujar Marine.

Baca juga: Lebih Baik Mana, Beli Rumah KPR atau Bangun Rumah Sendiri?

Selain itu, Marine juga menyoroti peningkatan konektivitas ini bisa berdampak langsung pada perkembangan properti pada daerah-daerah di luar Jakarta.

Berdasarkan Rumah.com Indonesia Property Market Index, kenaikan indeks harga properti pada area-area yang terpengaruh pembangunan infrastuktur khususnya akses transportasi.

Oleh karena itu, kawasan-kawasan di sekitar kawasan hunian terpadu (planned community), jalan tol baru, dan jalur transportasi massal semakin menjadi incaran konsumen.

“Langkah pemerintah yang terus menitikberatkan pembangunan infrastruktur untuk konektivitas membuat konsumen semakin yakin bahwa properti-properti di sekitar transportasi umum ini memiliki prospek yang bagus di kemudian hari,” ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.