Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 22/12/2020, 19:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran pepohonan maupun tanaman yang hijau selalu disebut dapat mengatasi polusi udara yang telah banyak melanda di beberapa wilayah negara di dunia, khususnya kota-kota besar yang minim penghijauan.

Beragam macam pepohonan khususnya trembesi atau pohon hujan maupun tanaman seperti lidah mertua, lidah buaya, lili, anggrek, mawar, dan beragam tanaman lainnya dipercaya mampu menyerap dan merekat polusi.

Oleh karena itu, kota-kota besar dengan tingkat polusi udara yang tinggi mulai menanam beragam pohon dan tanaman di sepanjang jalan atau tempat-tempat tertentu untuk meminimalisir tingkat polusi udara.

Baca juga: Kenapa Daun Tanaman Tomat Berbintik Abu-abu? Ini Penjelasannya

Akan tetapi bagaimanakah cara pepohonan dan tanaman-tanaman tersebut dapat mengurangi polusi udara?

Dilansir dari beberapa sumber, Selasa (22/12/2020), pohon dan tumbuhan atau tanaman adalah pabrik penghasil oksigen yang membersihkan udara, menyerap karbon dioksida, dan memasok oksigen bagi hewan dan manusia untuk bernapas.

Pepohonan dan tanaman luar ruangan dapat membantu mengalahkan efek merugikan dari polusi udara dan sangat memurnikan udara.

Bagaimana pohon dan tanaman bisa membantu mengatasi polusi udara?

Udara yang tercemar mengandung partikel, bau, dan gas berbahaya seperti nitrogen oksida, sulfur dioksida, dan amonia. Polutan ini mengendap di daun pohon dan tumbuhan.

Baca juga: Ingin Merawat Tanaman Kuping Gajah? Perhatikan Hal Ini

Daun dan permukaan tanaman menyerap polutan ini dan melalui stomata (pori-porinya) dan menyaring zat berbahaya ini dari udara.

Selain itu, pohon dan tanaman juga mampu memerangkap panas dan mengurangi gas rumah kaca di atmosfer.

Mereka juga mengurangi tingkat ozon permukaan tanah dan memperkaya udara dengan oksigen yang memberi kehidupan.

Diketahui bahwa pepohonan dan tanaman yang ada di hutan dunia mampu menyerap sepertiga emisi global setiap tahunnya.

Ilustrasi tanaman lidah mertua Sanseviera stuckyi.SHUTTERSTOCK/IZZ HAZEL Ilustrasi tanaman lidah mertua Sanseviera stuckyi.

Jika laju penggundulan hutan terus terjadi, hal itu akan berdampak parah pada kualitas udara.

Apabila pepohonan dan tanaman dibandingkan, maka efektivitas menyerap polusi yang lebih tinggi itu dilakukan oleh pepohonan.

Pepohonan mampu menyerap polutan lebih tinggi karena memiliki jumlah daun yang lebih banyak dan bentuk yang lebih besar.

Sementara, tanaman seperti lidah buaya, lidah mertua, lili, anggrek dan lain-lain memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan pohon, sehingga proses pemyerapan polusi udara tidak lebih tinggi.

Pepohonan dan tanaman dapat meningkatkan kualitas udara secara langsung dan tidak langsung. Secara tidak langsung, mereka dapat membantu dengan menaungi permukaan dan menurunkan suhu.

Jika bangunan teduh oleh pepohonan, hal itu mengurangi kebutuhan akan AC konvensional, dan emisi gas rumah kaca yang menyertainya.

 

Selain itu, suhu yang lebih rendah menurunkan risiko polutan berbahaya seperti ozon permukaan tanah yang biasanya melonjak pada hari-hari panas di daerah perkotaan.

Pohon sangat efektif dalam menghilangkan materi partikulat (PM). PM hadir dalam bentuk partikel kecil bahan kimia organik, asam, logam, dan debu, yang dipancarkan dari kendaraan dan pabrik berbahan bakar fosil, serta lokasi konstruksi.

Partikel terbesar berukuran hingga 10 mikrometer (dikenal sebagai PM10s), yang kira-kira seperlima dari lebar rambut manusia. Lalu ada PM2.5s, berukuran 2,5 mikrometer, dan bahkan polusi partikel nano yang lebih kecil. 

Baca juga: 7 Tanaman Hias Bunga yang Tak Butuh Banyak Cahaya Matahari

Partikel halus dapat dengan mudah menembus ke dalam sistem pernapasan manusia, menyebabkan penyakit paru-paru dan kardiovaskular atau memperburuk penyakit pernapasan .

"Pepohonan dan tanaman bertindak sebagai satu set pemurni PM yang tersedia. Pohon dapat membantu mengurangi PM dengan dua cara utama,” kata Prashant Kumar, direktur pendiri Pusat Global untuk Penelitian Udara Bersih di Universitas Surrey.

Tetapi pohon juga memainkan peran penting dalam menghilangkan polutan dari udara secara langsung. Tanaman sering dilihat sebagai "paru-paru" ekosistem karena mereka menyerap karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen.

Selanjutnya pohon dan tanaman juga bertindak sebagai “hati” ekosistem, menyaring polutan atmosfer seperti sulfur dioksida dan nitrogen dioksida melalui daunnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+