Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Merawat Tanaman Spider Plant, Tak Perlu Perhatian Khusus

Kompas.com - 11/11/2020, 10:04 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Spider plant merupakan salah satu jenis tanaman hias yang banyak dipilih untuk dikoleksi selama masa pandemi ini.

Tanaman spider plant pun cocok ditempatkan di dalam ruangan, lantaran memiliki warna daun yang unik, yakni hijau dengan garis berwarna putih hingga kuning.

Tidak cuma itu, spider plant juga sangat mudah dirawat. Tanaman ini mampu tumbuh dengan baik di dalam maupun di luar ruangan. 

Baca juga: 8 Tanaman Hias yang Cocok di Dalam Ruangan dan Cara Merawatnya

Dilansir dari Real Simple, Selasa (10/11/2020), penting untuk memastikan Anda memulai perawatan spider plant dengan langkah yang benar, terutama saat Anda membawa pulang tanaman dari pembibitan.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengeluarkan spider plant dari wadah plastik. Wadah plastik mencegah sirkulasi udara dan akhirnya menyebabkan tanaman ini membusuk.

Langkah selanjutnya adalah menanam kembali spider plant di wadah yang berpori, seperti pot terakota dengan lubang drainase.

Penting untuk tidak pernah membiarkan tanaman spider planttergenang air. Untuk memastikan drainase maksimal, gunakan kulit kayu atau lumut di dasar pot sebelum menambahkan tanah.

Baca juga: Mau Tidur Nyenyak? Tempatkan 7 Tanaman Hias Ini di Dalam Kamar

Karena terikat pada akar, tanaman ini hanya perlu diganti potnya kira-kira setahun sekali.

Cara merawat spider plant di dalam ruangan

Sangat mudah merawat tanaman spider plant di dalam ruangan, selama Anda tahu apa yang harus dilakukan.

“Basahi tanaman dengan air suling yang telah didiamkan selama 24 jam,” kata ahli hortikultura bersertifikat NYBG, Bliss Bendall.

Ilustrasi tanaman spider plant. SHUTTERSTOCK/Kriengsuk Prasroetsung Ilustrasi tanaman spider plant.

“Jika tanaman Anda menerima banyak sinar matahari penuh, saya sangat menganjurkan melakukan hal pertama ini di pagi hari saat matahari terbit atau satu atau dua jam sebelum matahari terbenam. Ini akan memastikannya tidak terbakar, menjadi terlalu dingin, atau menjadi lembab dan membusuk," imbuhnya.

 

Bendall menyarankan untuk memutar pot secara teratur agar satu sisi tidak terus menerus mendapatkan lebih banyak sinar matahari.

Penting juga untuk menghindari meletakkan spider plant langsung di atas atau di depan pemanas atau unit AC.

Berapa banyak sinar matahari yang dibutuhkan?

“Tanaman spider plant menyukai sinar matahari yang cerah, sedang, dan tidak langsung. Tapi bukan berarti mereka tidak bisa bertahan hidup tanpa sinar matahari," tutur Bendall.

Ia menjelaskan, tanaman spider plant yang sudah tumbuh dengan baik mampu hidup dengan berbagai jenis kondisi cahaya jika disiram secara rutin.

Jangan lupa bahwa tanaman ini cenderung mudah terbakar sinar matahari.

"Jika Anda menyirami tanaman ini saat matahari sedang tinggi dan atau langsung menyinari tanaman, spider plant akan terbakar," terang Bendall.

Spider Plantt50/Shutterstock Spider Plant

Berapa banyak air yang dibutuhkan tanaman laba-laba?

Setiap tanaman laba-laba memiliki kebutuhan airnya sendiri.

"Selama bulan pertama, seminggu sekali, ukur seberapa kering tanah di antara penyiraman untuk mengetahui seberapa cepat air menguap dari tanah di rumah atau kantor Anda," tutur Bendall.

Di musim panas, air kemungkinan akan menguap lebih cepat, jadi Anda harus memperhatikannya. Pun jangan pula menyirami tanaman spider plant secara berlebihan.

Jika Anda melihat daunnya berubah menjadi kecokelatan, itu bukan pertanda baik. Tanaman kemungkinan besar telah disirami air ledeng, yang mungkin memiliki kadar garam yang tinggi.

Garam bersifat toksik bagi tanaman tropis seperti tanaman laba-laba karena keluar dari unsur aslinya. Tip penting perawatan tanaman laba-laba adalah hanya menggunakan air suling.

Tetapi tanaman laba-laba Anda mungkin baik-baik saja jika ujung daunnya berwarna cokelat. Anda bahkan bisa memangkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com