Salin Artikel

Juice Wrld Meninggal, Bisakah Kejang Sebabkan Kematian?

KOMPAS.com - Dunia musik dikejutkan dengan kabar meninggalnya Rapper Juice Wrdl (21) setelah mengalami kejang-kejang di Bandara Chicago Midway, Minggu (8/12/2019) waktu setempat.

Pemilik bernama lengkap Jarad Anthony Hinggins itu ditemukan kejang-kejang saat berjalan di bandara.

Rapper yang hits dengan lagunya "Lucid Dreams" itu meninggal dunia di rumah sakit. Dia disebut masih sadarkan diri saat dibawa ke rumah sakit.

Mungkinkah kejang yang menjadi penyebab kematian rapper tersebut? Hingga kini, penyebab kematiannya masih diselidiki.

Namun yang pasti, kejang-kejang pada orang dewasa maupun anak-anak tak bisa dianggap remeh. Terlebih apabila kejang-kejang ini disertai sakit kepala hebat yang tak kunjung sembuh atau kelumpuhan tiba-tiba.

M Zaid Wahyudi dalam Kolom Kompas.com (16/10/2012), mengatakan bisa jadi kejang dengan ciri itu adalah gejala malformasi pembuluh darah arteri-vena pada otak.

Kejang yang akrab disebut juga dengan ayan atau epilepsi dapat disebabkan kelainanan listrik dalam sel otak (epilepsi primer) atau akibat kelainan dalam otak (epilepsi sekunder).

Kasus jarang, tapi bisa sebabkan kematian

Dokter spesialis bedah saraf dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/Rumah Sakit Umum dr Soetomo, Asra Al Fauzi, menjelaskan malformasi arteri-vena merupakan kasus jarang.

Persentasenya, hanya 5 persen dari kasus kelainan otak yang ditemukan.

Namun jika muncul, hal itu bisa menyebabkan kelumpuhan hingga kematian.

Meski kelainan terjadi sejak lahir, banyak gejala malformasi arteti-vena baru tampak ketika anak menginjak remaja atau dewasa.

Diterangkan oleh Eka J Wahjoepramono, Ketua Tim Bedah Saraf Rumah Sakit Siloam yang juga Guru Besar Ilmu Bedah Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, malformasi arteri-vena terjadi karena kelainan pada pembuluh kapiler yang menghubungkan pembuluh darah nadi (arteri) dan vena.

Di pembuluh kapiler ini, terjadi transfer oksigen dan nutrisi yang berguna bagi otak.

Kelainan ini sebenarnya dapat terjadi di bagian tubuh mana pun yang memiliki pembuluh darah arteri dan vena.

Namun lebih fatal apabila malformasi terjadi pada pembuluh darah otak dan sumsum tulang belakang.

"Ibu yang menderita malformasi arteri-vena akan menurunkan 10 persen risiko malformasi kepada anaknya," kata Eka dilansir dari Kompas.com (16/10/2012).

Deteksi dengan alat MRI

Seperti penyakit lainnya, pemeriksaan gejala malformasi arteri-vena lebih baik dilakukan sesegera mungkin.

Mereka yang memiliki gejala malformasi arteri-vena, seperti kejang-kejang, pendarahan dalam tulang tengkorak, atau sakit kepala tak kunjung sembuh perlu mendapatkan pemeriksaan detail oleh dokter.

Deteksi malformasi yang kerap dilakukan yakni menggunakan alat magnetic resonance imaging (MRI). Di Indonesia, alat ini biasanya bisa dengan mudah ditemui di berbagai rumah sakit tipe B dan tipe A. 

Rumah sakit tipe B ialah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis luas dan subspesialis terbatas. Rumah sakit tipe ini menampung pelayanan rujukan dari rumah sakit tipe C yang hanya mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis terbatas.

Sedangkan rumah sakit tipe A adalah rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis secara luas. Rumah sakit ini ditetapkan sebagai tempat pelayanan rumah sakit rujukan tertinggi (top referral hospital) atau rumah sakit pusat.

Pengelompokan jenis rumah sakit ini digunakan untuk rujukan pada BPJS Kesehatan.

Pertolongan pertama

Hal pertama yang perlu dilakukan seseorang apabila mendapati orang lain kejang-kejang adalah tidak panik.

Dalam kondisi tenang, Anda kemudian dianjurkan untuk melakukan pertolongan pertama.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan pertolongan pada orang yang kejang-kejang.

Melansir dari Kompas.com (03/02/2015), ada 6 hal yang harus dilakukan ketika mendapati orang kejang-kejang.

https://www.kompas.com/health/read/2019/12/09/115359768/juice-wrld-meninggal-bisakah-kejang-sebabkan-kematian

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.