Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PBB Kaget 274 Warga Palestina Tewas Saat Israel Bebaskan 4 Sandera

Kompas.com - 11/06/2024, 20:35 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

GAZA, KOMPAS.com - PBB pada Selasa (11/6/2024) mengaku kaget melihat angka korban sipil Palestina yang tewas saat Israel menyelamatkan empat sandera di An Nuseirat pada akhir pekan lalu.

Namun, kantor hak asasi manusia PBB mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan Israel dan Hamas kemungkinan sama-sama kejahatan perang.

"Kami sangat terkejut dengan dampak operasi pasukan Israel di An Nuseirat pada akhir pekan untuk membebaskan empat sandera," kata juru bicara kantor HAM PBB Jeremy Laurence kepada wartawan di Jenewa, dikutip dari AFP.

Baca juga: Israel Selamatkan 4 Sandera dengan Tewaskan 210 Warga Palestina

PBB, katanya, juga "sangat tertekan karena kelompok bersenjata Palestina terus menahan banyak sandera, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil".

Adapun pasukan Israel menyerbu kamp pengungsi Nuseirat pada Sabtu (8/6/2024) untuk menyelamatkan empat sandera Israel.

Almog Meir Jan, Noa Argamani, Andrey Kozlov, dan Shlomi Ziv adalah sandera-sandera yang diculik Hamas dari festival Nova di Israel selatan pada 7 Oktober 2023.

Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan, sedikitnya 274 warga Palestina tewas dan 698 terluka dalam operasi Israel tersebut.

"Ratusan warga Palestina, banyak di antaranya warga sipil, dilaporkan tewas dan terluka," ujar Laurence.

"Cara penyerbuan di daerah padat penduduk menimbulkan pertanyaan serius apakah prinsip pembedaan, proporsionalitas, dan kehati-hatian—sebagaimana ditetapkan dalam hukum perang—dipatuhi oleh pasukan Israel."

Baca juga:

Ketika ditanya tentang keabsahan angka yang diberikan Kemenkes Gaza, ia menjawab, sebelum 7 Oktober 2023 ketika ada kemungkinan lebih besar untuk memeriksa, PBB secara konsisten mendapati angka yang diberikan Hamas sangat mendekati 100 persen akurat.

Akses kantor HAM PBB terbatas untuk memverifikasi angka sejak perang Israel-Hamas terbaru pecah, tetapi Laurence mengeklaim masih memiliki kontak di lapangan yang dapat diandalkan.

Saat ditanya tentang sandera yang ditawan di Gaza, Laurence menyatakan bahwa hal itu juga dilarang oleh hukum internasional.

"Apalagi, dengan menyandera di daerah yang padat penduduk, kelompok bersenjata yang melakukannya menempatkan nyawa warga sipil Palestina, serta para sandera itu sendiri, semakin berisiko pertempuran," tegasnya.

Baca juga: Bagaimana Operasi Penyelamatan 4 Sandera Israel di Gaza Berlangsung?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com